Depok Gencarkan Razia Anjal Korban Dugaan Eksploitasi Anak

285

BJ Online DEPOK – Aparat gabungan Kota Depok menggelar razia di sejumlah titik yang biasa dijadikan sasaran para pengemis dan anak jalanan, seperti Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Juanda. Ini dilakukan terkait dugaan maraknya kasus eksploitasi anak yang kerap dipekerjakan sebagai Anak Jalanan (anjal) oleh kelompok tertentu.

Di lokasi tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menemukan dan menertibkan anak jalanan atau biasa disebut punk, yang dikeluhkan warga karena sering meresahkan para pengguna transportasi umum.

“Banyak warga yang tak nyaman saat naik angkot. apalagi ketika gerombolan anak punk yang masuk dengan dalih mengamen tanpa alat musik. Karena takut banyak yang akhirnya terpaksa memberi,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Nina Suzana di saat HUT Satpol PP ke 66 di Balai Kota Depok, Rabu (30/3).

Ia juga mengungkapkan pihaknya bakal menggelar rapat internal dengan aparat kepolisian agar razia anak punk dilakukan secara periodik. Sebab menurutnya, fenomena anak jalanan dan anak punk di Kota Depok selalu tumbuh subur walau beberapa kali ditertibkan.

“Di saat pihaknya mengendurkan kegiatan penertiban, anak punk dan anak jalanan kembali muncul. Bahkan ada yang membawa pisau, kami perlu pendampingan dengan Polres.”jelasnya.

Depok yang dikenal wilayah urban, sehingga Anak punk yang berkeliaran di pun beragam dari berbagai wilayah. Hal itu diketahui saat SatPol PP berhasil menjaringnya. “Ada yang asli Depok namun ada pula kaum pendatang. Namun setelah tangkap dan diserahkan ke Dinas Sosial banyak yang kembali ke jalan,” tegas Nina.

Sementara itu, Walikota M. Idris mengatakan, saat ini perkembangan Satpol PP tiga tahun belakangan cukup menggembirakan, baik dari sisi peningkatan profesionalitas para SDA-nya maupun pemilihan Banpol PP sebagai penegak perda harus segera diutamakan. Sedangkan dalam kasus eksploitasi anak koordinasi dengan TNI dan Polri tentunya bakal di intensifkan.

Kedepannya, Wali Kota juga akan mengefektifkan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) dan P2TP2A untuk mengatasi persoalan anjal. “Kami belum mendapatkan laporan soal adanya dugaan bos anjal yang sengaja memasok anjal ke Depok. Meski begitu sisi penegakan hukum dan perda harus ditertibkan,” kata Idris.

Selain anak Punk, Razia dilaksanakan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, hasilnya 20 anak jalanan dari beberapa lokasi di Depok.

Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono mengaku kini pihaknya masih menelusuri jaringan dan sindikat para anjal yang terjaring. Sebab, ada juga diantaranya mereka pergi kejalan setelah pergi dari rumah hingga bertahun-tahun, hingga akhirnya keluarganya datang menjemput setelah mengaku telah mencarinya namun tak membuahkan hasil.

“Masih kami kembangkan, ada yang koordinir atau tidak. Kami juga dalam pelaksanaan tugas bersinergi dengan Satpol PP,” kata Dwiyono di Lapangan Balaikota Depok.(jif)

 

BAGIKAN