IPB Ciptakan Pakan Herbal Atasi Virus H5N1

190

BJ Online BOGOR – Para peneliti dari Departemen Clinik Veteriner Pathology, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB), berhasil menemukan dan meramu pakan ternak yang diklaim ampuh mencegah sekaligus melindungi unggas dari kematian akibat virus flu Burung (H5N1). Ramuan tersebut berasal dari berbagai bahan campuran tanaman obat (herbal), seperti temu lawak, temu Ireng dan meniran

Peneliti yang juga Guru Besar FKH-IPB, Prof.Dr. Bambang Pontjo Priosoeryanto mengaku terus melakukan uji dan penelitian terhadap berbagai jenis tanaman herbal ini sejak 2007 hingga 2015. “Alhasil jenis-jenis tanaman obat seperti temu ireng, temu lawak dan meniran memiliki kandungan (kasiat) cukup banyak baik secara kimiawi maupun biokimia sebagai anti virus,” kata Prof. Bambang, di Laboratorium Clinic Patologi Veteriner FKH-IPB, Rabu (30/3).

Mengetahui banyak kandungan dan manfaat dari tanaman herbal itulah maka Prof. Bambang bersama timnya terus bekerja dengan melakukan uji dan penelitian mendalam untuk melindungi para peternak dan unggasnya dari wabah virus H5N1.

“Pakan ternak yang telah dicampur sedemikian rupa dengan ekstrak temu ireng, temu lawak dan meniran ini jika diberikan dengan ukuran dan dosis yang tepat ternyata sesuai hasil uji/tes di laboratirium kami sangat ampuh melindungi ternak unggas (40%) dari kematian akibat virus H5N1 atau yang biasa kita kenal Flu Burung,” ungkapnya.

Presiden Asosiasi Patologi Veteriner Indonesia (APVI) itu mengakui, meski hasil risetnya itu belum pernah dilakukan uji pada manusia yang terinveksi visrus H5N1, namun ia sangat yakin, temuan ini juga akan sangat bermanfaat pada dunia kedokteran manusia (medis) dalam upaya melindungi dari ancaman virus flu burung di Indonesia.

“Kalau pada unggas saja hasilnya bagus, saya yakin ini juga bagus dikembangkan untuk dunia farmasi kedokteran manusia. Tapi sekali lagi itu bukan bidang kami,” tegasnya.

Prof Bambang menerangkan, untuk menyebarluaskan produk dari hasil penelitiannya ini, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk pengembangan produksi secara masal. “IPB dan kami sebagai peneliti di sini tentu sangat berharap apa yang kami temukan ini bisa bermanfaat luas untuk melindungi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak unggas nasional,” harapnya.

Tidak hanya itu, Prof. bambang mengaku apa yang menjadi temuannya tersebut saat ini juga sudah mendapat pengakuan dari pemerintah, yakni dengan diperolehnya 2 paten sekaligus terkait hasil penelitiannya itu. “Ya kami sekarang ini juga masih menunggu paten kami yang ke-3 karena itu masih dalam proses paten,” pungkasnya. (bas)

 

BAGIKAN