BKPM Pantau Dua Kawasan Industri Bekasi

102

BJ Online JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, Kamis, mengunjungi dua kawasan industri di Bekasi, Jawa Barat, sebagai bagian dari implementasi program Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi. Dua kawasan industri yang dikunjungi adalah Delta Silicon 8 seluas 158 hektare dan Fajar Industrial Estate seluas 300 hektare.

“Kemudahan layanan investasi langsung konstruksi ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan untuk melakukan penyederhanaan perizinan hingga ke tingkat daerah,” kata Franky dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (31/3).

Menurut Franky, kemudahan investasi langsung konstruksi merupakan bagian dari arahan Presiden Jokowi terkait penyederhanaan yang saling berkaitan terutama fokus pemerintah mengenai deregulasi nasional dan percepatan pembangunan infrastruktur.  KLIK telah ditandatangani pimpinan pusat dan daerah serta instansi terkait yang disaksikan Presiden Jokowi pada 22 Februari lalu.

“Saat itu, Presiden juga mengapresiasi positif langkah kerjasama lintas horizontal baik antar kementerian dan lembaga maupun lintas vertikal pusat dengan daerah dan mengharapkan hal ini konkret direalisasikan di lapangan,” ungkapnya.

Presiden juga berharap agar daear dapat mendukung kebijakan penyederhanaan perizinan dan nonperizinan di daerah yang menjadi kewenangannya.  “Yang terakhir adalah pentingnya koordinasi lintas sektor dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan agar ikut mengawal dan mengamankan pelaksanaan kebijakan di lapangan,” lanjutnya.

KLIK merupakan fasilitas kemudahan investasi langsung konstruksi dimana investor dapat langsung membangun proyek mereka setelah memperoleh izin prinsip dar BKPM.  Pengurusan izin-izin lainnya seperti Izin Mendirikan Bangunan 9IMB), Izin Lingkungan (UKL/UPL dan Amdal) dan perizinan pelaksanaan daerah lainnya sepanjang telah memenuhi ketentuan Tata Tertib Kawasan Industri (Estate Regulation).

Tercatat 14 kawasan industri yang telah ditetapkan untuk dapat mengimplementasikan fasilitas KLIK dengan total luasan 17.154 hektar.  Sebanyak 14 kawasan industri tersebut tersebar di enam provinsi yakni Jawa Tengah terdiri dari tiga kawasan industri seluas 840 hektar, Jawa Timur terdiri dari satu kawasan industri seluas 1.761 hektar, Sulawesi Selatan satu kawasan industri seluas 3.000 hektare.

Kemudian Banten terdiri dari tiga kawasan industri dengan total luas lahan 3.170 hektare, Jawa Barat terdiri dari lima kawasan industri dengan total luas lahan 1.111 hektar dan Sumatera Utara terdiri dari satu kawasan industri seluas 100 hektare. (grd)

BAGIKAN