Dolar AS kembali Alami Tekanan

90

BJ Online JAKARTA – Mata uang dolar AS kembali mengalami tekanan walaupun laporan Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan angka pekerjaan di Amerika Serikat cukup optimis. Termasuk di Indonesia, nilai tukar rupiah Kamis pagi dibuka menguat sebesar 131 poin menjadi Rp13.264 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.395 per dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra  menilai, meski laporan ADP positif, namun sejumlah pejabat Federal Reserve memberi sinyal masih enggan menaikkan suku bunganya karena memperhitungkan risiko global yang meningkat.

ADP melaporkan angka pekerjaan AS sektor swasta bertambah 214.000 di Maret 2016. Data ADP sebagai pra-indikator untuk laporan penggajian non pertanian (NFP) yang sedianya akan dirilis pada akhir pekan ini.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa harga minyak mentah dunia yang kembali masuk dalam tren kenaikan menambah sentimen positif bagi sejumlah mata uang komoditas, termasuk rupiah.

Selain dari eksternal, lanjut dia, sentimen positif juga datang dari domestik bersumber dari beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah melalui peluncuran paket kebijakan XI serta pemangkasan harga bahan bakar minyak (BBM). “Dipangkasnya BBM jenis premium dan solar sebesar 7 persen bisa menekan ekspektasi inflasi ke depan, apalagi jika segera diikuti oleh penurunan ongkos angkutan umum,” katanya. Menurut dia, dengan stabilnya harga minyak internasional dan penguatan rupiah, maka ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi lebih tersedia. (grd)

BAGIKAN