BJ Online TANGSEL – Jamu… mendengarnya saja kadang kita sudah membayangkan rasanya yang pahit dan kemasannya yang tidak menarik. Namun kini ditangan salah seorang warga Tangerang Selatan (Tangsel), minuman jamu yang berkhasiat ini tampil lebih menarik dan rasanya pun segar. Ingin tau seperti apa?.

Jamu identik dengan nuansa tradisional, rasa sepat dan hanya dijajakan oleh mbok-mbok jamu. Sepertinya image ini yang ingin dirubah Marina Dewi Salim, warga Bintaro kelahiran 1977 lalu ini. Dirinya memilih berbisnis sekaligus mengedukasi ke masyarakat akan makanan dan minuman tradisional agar mereka mau mengkonsumsi minuman tradisional yang menyehatkan ini.

“Saya juga sangat berharap agar jamu olahan saya ini dapat dibawa go internasional,” ungkapnya, Kamis (31/3).

Lebih lanjut Marina mengatakan sengaja memberikan tampilan wadah jamu se-modern mungkin dan secantik mungkin. Bagi anak-anak muda khususnya, biasanya mereka tidak suka jamu tapi dengan tampilan yang menarik, dirinya berharap masyarakat mau minum olahan rempah tradisional yang banyak manfaatnya dan tidak berpengawet.

Ada lima variant jamu tradisional buatan Marina yakni Kunyit Asem yang paling banyak diminati, Beras Kencur, Bir Pletok, Temulawak dan Jahe Serai yang dibuat tanpa menggunakan gula tambahan. “Untuk harga berkisar Rp30 hingga Rp35 ribu dengan ketahanan 7 hingga 10 hari dari pembuatan,” imbuhnya.

Sebagaimana trend bisnis saat ini, Marina juga memasarkan produk jamunya secara online. Untuk pemesanan secara online, Marina juga telah menyiapkan kurir khusus untuk mengantar setiap pesanan. Menurutnya, kurir tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas pendingin agar jamu pesanan tidak terkena panas dan rusak. “Jadi dipesan melalui kurir saya, saya berani mengganti jamu yang telah dipesan jika terjadi kerusakan 100 persen,” pungkasnya.
Hmmm.. cukup menginspirasi bukan? (nov)

BAGIKAN