BJ Online DENPASAR – Sebanyak 14 terdakwa pegawai Dinas Pendapatan Gianyar, Bali, yang diduga melakukan korupsi uang perjalanan dinas sebesar Rp94 juta lebih dihukum masing-masing satu tahun penjara dan denda Rp50 juta. “Ke-14 terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor,” ujar Ketua Majelis Hakim Dewa Suarditha di Denpasar, Kamis (31/3).

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Denpasar, Bali, ke-14 terdakwa tersebut, yakni Dewa Made Putra, Ketut Ritama, Sang Ayu Made Ika Kencana Dewi dan Ni Ketut Juniantari, I Ketut Puja dan I Made Darmaja. Kemudian, I Nyoman Sulandra, Ni Wayan Suciasih, Ni Ketut Suniawati, Ni Made Ayu Purniasih, A.A Istri Agung Yuniariwati dan I Made Suparta, I Komang Yastra serta I Made Wirawan.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang sebelumnya yang menuntut hukuman 1,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta, subsider empat bulan kurungan.  Namun, yang membedakan hakim memberi subsider yang lebih besar  kepada terdakwa Dewa Made Putra selama tiga bulan. Sedangkan, ke-13 terdakwa lainnya dikenakan subsider dua bulan.

Dalam sidang itu, jaksa maupun ke-14 terdakwa yang masing-masing didampingi kuasa hukum berbeda, menyatakan pikir-pikir dengan putusan hakim. Dalam surat dakwaan itu dijelaskan ada dua kelompok, yakni empat orang berangkat ke Bangkok dan 10 orang lainnya pergi ke Gunung Salak, Dispenda Depok dan Mangga Dua dengan menggunakan uang pemerintah daerah setempat. (kmb)

BAGIKAN