BJ Online JAKARTA РMata uang rupiah kembali berada di area positif di pasar valas domestik menjelang diumumkannya data ekonomi domestik pada awal April (1/4). Tingkat inflasi menjadi salah satu yang menjadi perhatian pelaku pasar uang. Nilai tukar rupiah bergerak menguat sebesar 164 poin menjadi Rp13.231 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.395 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Bank Himpinan Saudara Rully Nova di Jakarta, Kamis mengatakan, dengan tingkat inflasi yang terkendali serta perekonomian domestik yang stabil maka potensi penurunan suku bunga acuan (BI rate) diharapkan kembali terbuka.

Ekonomi domestik pada kuartal I 2016 ini juga berpotensi lebih baik dibandingkan periode sebelumnya seiring dengan pemerintah yang proaktif menjaga perekonomian nasional melalui peluncuran kebijakan. “Sektor konsumsi dan investasi pemerintah diperkirakan menopang ekonomi domestik, situasi itu juga pada akhirnya menjaga fluktuasi rupiah di kisaran stabil dengan kecenderungan menguat,” ucapnya.

Sementara itu, Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy memprediksi indeks harga konsumen Maret 2016 naik 0,25 persen, sehingga mencerminkan adanya kenaikan tingkat inflasi menjadi 4,51 persen secara tahunan, namun nisbi masih terjaga. “Inflasi itu mengantisipasi kenaikan harga cabai dan bawang merah,” ujarnya.

Namun ke depannya, pihaknya memprediksi tekanan inflasi akan melunak pada April 2016 karena pemangkasan harga bahan bakar minyak (BBM) dan musim panen sehingga Bank Indonesia berpotensi kembali menurunkan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,5 persen. (grd)

BAGIKAN