Satu Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Bogor

244

BJ Online BOGOR – Hujan deras yang terjadi di Bogor dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Genangan banjir pada saat turun hujan tersebut terjadi di Jalan Raya Soleh Iskandar- Simpang Raya Yasmin-Warung Jambu dan ruas jalan lainnya yang selalu terendam banjir setinggi 20 hingga 30cm pada saat turun hujan.

Derasnya hujan, serta tidak berfungsinya saluran air (selokan) menjadi penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut. “Ya begini Pak, kalau hujan turun apalagi besar pasti di sini banjir. Sebab saluran airnya tidak berfungsi sehingga air semua tumpah ke jalan,” kata Agus (40), warga setempat, Kamis (31/3).

Genagan banjir yang terjadi selain menggangu kelancaran arus lalulintas, juga mengakibatkan kondisi jalan cepat rusak. “Ada beberapa kendaraan yang nekat menerobos banjir akhirnya mogok di tengah jalan. Banjir ini selain merusak jalan, di sini juga sering terjadi kecalakaan,” ungkapnya.

Hujan dan banjir di Bogor dilaporkan telah menewaskan seorang warga bernama Endih (50) tahun. Warga Kapung Curuk Mekar RT04/RW2, Kelurahan Curuk, Kecamatan Bogor Barat tersebut dilaporkan hilang terseret derasnya aliran sungai Cisadane.

Kanit Reskrim Polsek Bogor Barat, AKP Yaser Arafat mengatakan, korban dilaporkan hilang terbawa aliran sungai Cisadane pada Rabu sore saat hujan deras menguyur wilayah Bogor. “Dari keterangan saksi, korban saat itu terpelesat kemudian hilang terbawa derasnya arus kali Cisadane. Baru pagi tadi, sekitar pukul 08.30 WIB, jasad korban ditemukan warga berada di daerah Semplak atau sekitar 3 km dari TKP korban dilaporkan hilang,” terangnya.

Hujan deras di Bogor juga mengakibatkan tebing turap setinggi 50 metar, di Jalan Cikarawang, Desa Dramaga, Kabupaten Bogor longsor. Meski dilaporkan tak ada korban jiwa, longsor ini mengakibatkan hampir separo bahu jalan alternatif utama menuju kampus IPB Dramaga tersebut hilang (ambrol). Akibatnya kendaraan yang melintas terpaksa harus bergantian dan ekstra berhati-hati. “Kejadiannya, ya itu pas hujan besar kemarin sore itu Pak. Mudah mudahan ini segera diperbaiki pemerintah. Sebab ini jalur alternatif utama ke IPB dan bagi kami warga di sini jalur ini sangat vital,” ujar Pian (57), warga setempat.(bas)

 

BAGIKAN