Bawang Merah Penyumbang Inflasi Maret

446

BJ Online JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat  bawang merah menjadi salah satu komoditas pangan yang penyumbang inflasi nasional pada Maret 2016 sebesar 0,19 persen. “Bawang merah itu bobotnya dalam inflasi tidak banyak, tapi naik turunnya harga sangat tajam bisa 30-32 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Jumat (1/4).

Selain bawang merah, komoditas lainnya yang menjadi penyumbang inflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang putih, dan minyak goreng yang harganya mengalami kenaikan karena pasokannya terbatas dan faktor cuaca.

Untuk itu, ia mengharapkan adanya perbaikan distribusi pasokan untuk bawang maupun cabai, agar inflasi dalam bulan-bulan berikutnya tetap terjaga, dan harga komoditas itu tidak lagi melambung tinggi di beberapa daerah. “Bawang merah dan cabai merah menyumbang inflasinya besar. Kalau tidak ada faktor penyumbang inflasi yang lain, harga bawang merah dan putih, serta cabai merah dan rawit bisa dijaga, saya kira April punya peluang deflasi,” kata Sasmito.

BPS mencatat harga komoditas bawang merah mengalami kenaikan rata-rata hingga 31,99 persen di 74 kota pada Maret 2016, dan memiliki bobot dalam komponen inflasi nasional mencapai 0,66 persen. Namun, kenaikan harga bawang merah tertinggi terjadi di Jawa Tengah, yaitu Tegal mencapai 86 persen, dan Kudus mencapai 71 persen.

Padahal, dua kota tersebut berdekatan dengan salah satu sentra bawang merah nasional, Brebes. Kenaikan tinggi juga dialami harga komoditas cabai rawit yang rata-rata mencapai 31,52 persen di 73 kota. Kenaikan harga cabai rawit tertinggi terjadi di Sumenep hingga 145 persen dan Kediri sebesar 134 persen.

Pemerintah telah berupaya untuk mengatasi masalah distribusi ini dengan menyinergikan program kementerian lembaga, BI dan OJK, untuk mendorong kesejahteraan petani bawang merah di Brebes dan meningkatkan perbaikan sistem logistik. Sementara, harga komoditas lain pada Maret 2016 tercatat telah menurun, karena pemerintah telah berhasil melakukan stabilisasi dan menjaga distribusi barang, yaitu daging ayam ras, telur ayam ras, beras, ikan segar, kentang dan wortel.

Inflasi pada Maret 2016 juga tercatat tak terlampau tinggi, karena tarif listrik, tarif angkutan udara, dan harga bensin jenis pertamax juga mengalami penurunan pada periode ini. (ant)

BAGIKAN