Kejuaraan Kedirgantaraan Kasau Cup Diikuti 239 Atlet

266

BJ Online BOGOR – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau). Marsekal TNI Agus Supriatna, secara resmi membuka Kejuaraan Kasau Cup 2016. Kegiatan ini dalam rangka Bulan Dirgantara Indonesia, dan memeriahkan HUT TNI AU ke-70. Bertempat di Kesatrian Lapangan Udara Atang Sanjaya Bogor, Jum’at (1/4).

Kasau Cup tahun ini merupakan kali pertama digelar. Kejuaraan ini menjadi rangkaian bulan dirgantara dan HUT TNI AUke-70 pada 9 April 2016. Rangkaian kejuaraan olahraga kedirgantaraan yang terangkum dalam tanggungjawab pembinaan PB FASI ini meliputi kejuaraan Paralayang, Gantolle, Aeromodelling, Terbang Layang, Terjun Payung, Trike, dan Kejuaraan Paramotor. Kejuaraan ini diikuti  239 atlet dari berbagai provinsi.

Kasau mengaku gembira dan bangga atas sambutan serta partisipasi yang besar dari seluruh atlet dirgantara, guna menunjukan prestasi terbaiknya. “Hal ini tentunya menunjukan betapa tingginya semangat kita semua dalam memaknai sebuah sportivitas guna meraih prestasi tertinggi dalam cabang olah raga kedirgantaraan,” ujar Kasau.

Dalam kejuaraan ini diharapkan lahir atlet muda berprestasi, pemecahan rekor serta saling berbagi pengalaman maupun skill dari sesama atlet guna diperoleh kemajuan dalam mengembangkan prestasinya.

Kasau berharap para atlet dapat mengikuti kejuaraan ini dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi sikap ksatria, sebagai olahragawan sejati yang memegang teguh jiwa dan semangat juang dalam memotivasi dan sportivitas dalam olahraga. “Jadikanlah even ini sebagai wahana uji kemampuan, ketangkasan dan keterampilan yang telah dilatih selama ini, karena sesungguhnya sukses itu tidak diraih dengan cara yang mudah, melainkan buah dari hasil perjuangan dan kerja keras yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Kasau

Kasau juga berpesan, faktor safety harus menjadi prioritas utama, mengingat olah raga ini memiliki risiko tinggi. “Untuk itu saya tekankan kepada seluruh peserta baik atlet, penyelenggara, serta seluruh personil yang terlibat agar tetap memperhatikan prosedur yang berlaku serta tidak mentolelir sekecil apapun bentuk penyimpangan dari prosedur keselamatan,” pesannya.

Kepada para pembina dan pengurus olah raga kedirgantaraan, kejuaraan ini dapat dimanfaatkan sebagai wahana membangun sinergitas dan tolak ukur terhadap sistem metode pembinaan yang telah dilaksanakan selama ini. (arn)

BAGIKAN