Rupiah Jumat Sore Menguat 53 Poin

109

BJ Online JAKARTA – Dolar AS kembali mengalami pelemahan terhadap mayoritas mata uang utama dunia menyusul proyeksi data tenaga kerja Amerika Serikat yang belum stabil. Nilai tukar rupiah pada Jumat sore, bergerak menguat sebesar 53 poin menjadi Rp13.186 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp13.239 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus mengatakan, perhatian pelaku pasar uang tertuju pada data tenaga kerja Amerika Serikat yang terdiri dari laporan penggajian non-perkebunan (NFP), perubahan rata-rata gaji, dan tingkat pengangguran.

NFP diperkirakan sebesar 206.000 pada Maret, atau lebih rendah dari 242.000 pada bulan sebelumnya. Rata-rata gaji diperkirakan naik tipis 0,2 persen, dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap sebesar 4,9 persen.

Tingkat inflasi yang terbilang masih stabil pada Maret sebesar 0,19 persen menambah sentimen positif bagi nilai tukar rupiah. “Inflasi saat ini dan perkiraan inflasi ke depan yang berada dalam tren rendah cekup mempengaruhi arah nilai tukar rupiah. Dengan tingkat inflasi Indonesia yang rendah maka laju nilai tukar rupiah berpotensi terus menguat.

Pemerintah yang mengeluarkan kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) serta menjaga harga bahan pokok akan menahan laju inflasi bergerak naik. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat (1/4) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat menjadi Rp13.200 dibandingkan hari sebelumnya (31/3) Rp13.276. (ant)