Angka Kecelakaan Kerja di Tangsel Rendah

137

BJ Online TANGSEL – Angka kecelakaan kerja yang ditemukan pada perusahaan dengan tingkat produktivitas dan keselamatan kerja berIsiko tinggi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai masih  rendah. Hal ini ditengarai lantaran tingginya kesadaran dan pro aktifnya perusahaan di daerah ini untuk menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi karyawannya.

“Kesadaran keselamatan kerja di Kota Tangsel sudah bagus,” ungkap Pengawas Ketenagakerjaan pada Dinsosnakertrans Kota Tangsel Tua Purba kemarin.

Lebih lanjut Purba mengatakan, angka kecelakaan kerja di perusahaan sedikit. Namun, kecelakaan dijalanan yang masih mendominasi. “Faktor kelelahan dan menggunakan handphone menjadi salah satu penyebabnya. 80 persen kecelakaan kerja terjadi di jalan,” imbuhnya.

Untuk meminimalisir kecelakaan di jalanan, sambung Purba, Dinsosnakertrans terus mengkampanyekan keselamatan kerja. Salah satunya dengan lomba poster untuk pegawai perusahaan. Selain itu, rendahnya angka kecelakaan kerja dikarenakan Kota Tangsel bukan daerah industri. Meskipun ada masih dapat tidak mencapai 100 perusahaan.

“Didominasi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Sehingga resiko kerjanya kecil,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Dinsosnakertrans Kota Tangsel E. Wiwi Martawijaya mengatakan tiap perusahaan di daerah itu terus didorong untuk meningkatkan kesadarannya membudayakan keselamatan dan kesehatan kerja sehingga perusahaan diwajibkan mendaftarkan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. “Kita dorong terus perusahaan agar menjadi peserta BPJS untuk perlindungan pegawainya,” tutupnya. (nov)

BAGIKAN