BJ Online JAKARTA – Ternyata mengkonsumsi cokelat berguna bagi kesehatan. Mulai dari mengurangi risiko terserang stroke hingga melindungi kulit dari bahaya terpapar sinar matahari. Kini, studi baru menyebut manfaat lain: membuat Anda lebih cerdas!

Seperti dilansir dari telegraph.co.uk, Minggu (3/4), menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi cokelat setidaknya sekali dalam sepekan menikmati peningkatan ingatan dan kemampuan berpikir abstrak. “Ini signifikan, cokelat bersentuhan dengan sejumlah domain kognitif,” kata pakar psikologi Merrill Elias, yang menjadi salah satu peneliti utama di studi tersebut kepada Washington Post.

Sebagai catatan, Elias memulai studi tentang kemampuan kognitif terhadap lebih dari 1.000 orang di New York pada 1970-an. Awalnya ia mencari keterkaitan antara tekanan darah seseorang dengan kinerja otaknya. Namun, sekitar 15 tahun lalu, ia meminta para responden menambahkan informasi tentang apa yang mereka makan dan menceritakan kebiasaan diet mereka.

Studi juga melibatkan peneliti nutrisi dari University of South Australia, Georgina Crichton, dan ditujukan untuk memeriksa efek dari cokelat di otak. Para peniliti memeriksa skor rata-rata pada tes kognitif responden yang makan cokelat kurang dari sekali seminggu dan mereka yang makan setidaknya sekali seminggu.

Para peneliti menemukan makan cokelat sangat terkait dengan fungsi otak yang unggul. Banyak manfaat yang diperoleh makan cokelat setidaknya sekali seminggu, termasuk akan lebih baik dalam mengerjakan tugas sehari-hari seperti mengingat nomor telepon, atau daftar belanja, serta mampu melakukan dua hal sekaligus seperti berbicara dan mengemudi dalam satu waktu.

Untuk melihat apakah orang pintar cenderung makan lebih banyak cokelat atau jika makanan cokelat benar-benar meningkatkan fungsi otak, para peneliti mempelajari hasil tes dari 333 responden, yang kemampuan kognitifnya telah diuji rata-rata 18 tahun sebelum mereka mengikuti kuis tentang apa yang mereka makan.

“Studi kami jelas menunjukkan bahwa bukan kemampuan kognitif yang mempengaruhi konsumsi cokelat, tetapi konsumsi cokelat mempengaruhi kemampuan kognitif,” tutur Elias.(arn)

BAGIKAN