Meski Diprotes, Uji Coba SSA di Bogor Diperpanjang

474

BJ Online BOGOR – Meski banyak menuai kritik dan protes dari warganya, pimpinan muspida Kota Bogor tetap kukuh melanjutkan program Sistem Satu Arah (SSA) di lingkar Istana dan Kebun Raya Bogor (KRB) hingga 18 April mendatang. Warga Bogor menuding diberlakuknnya SSA di seputaran Istana dan KRB ini, justru menambah kemacetan lalulintas yang terjadi di Kota Hujan Bogor.

“SSA ini saya lihat hanya sebuah proyek akal-akalan pencitraan pemda untuk memberikan kesan kepada pihak Istana, bahwa mereka mampu mengamankan jalur lingkar Istana supaya terlihat rapi dan tidak macet. Tapi faktanya selama program uji coba empat hari ini, SSA justru mengorbankan kepentingan warga. Intinya SSA ini hanya memindahkan kemacetan dari lingkar Istana ke jalan-jalan lain di Kota Bogor dan ini yang terjadi,” kata Desta, Pengamat Kebijakan Publik, di Bogor, Senin (4/4).

Walikota Bogor, Bima Arya, ditemui usai memimpin rapat evaluasi bersama unsur muspida dan jajaran dinas terkait, di kantor Balaikota Bogor menjelaskan, dari hasil evaluasi dan kesepakatan bersama jajaran pimpinan muspida Kota Bogor selama penerapan uji coba SSA empat hari ini terbukti positif mengurangai kemacetan di seputaran Istana dan KRB.

“Memang betul ada beberapa kendala selama proses uji coba ini. Dan itu tentu harus jadi bahan dan masukan untuk segera diselesaikan, demi suksesnya tujuan dari program SSA ini. Untuk itu tadi kita telah sepakat untuk terus melakukan pembenahan,” tegas Bima Arya.

Dalam rapat evaluasi yang dihadiri Ketua DPRD, Kapolresta Bogor, Komandan Kodim 061, Kepala DLLAJ, Ketua Organda, Koodinator sopir dan lainnya di balaikota tersebut dibahas berbagai masukan dan informasi untuk disampaikan kepada walikota terkait lanjut tidaknya SSA di Bogor.

Menurut walikota, SSA pada prinsipnya adalah konsep yang baik dalam upaya mengurangi dan mempercepat volume kendaraan di 4 ruas jalan utama di seputaran Istana dan KRB. “Saya tadi langsung perintahkan kepala DLLAJ untuk segera menambah pemasangan rambu dan menindak tegas parkir liar yang selama ini masih menghambat kelancaran lalulintas di jalur utama maupun jalur pendukung SSA ini,” kata dia.

Walikota berharap dengan dua minggu waktu penambahan masa uji coba SSA ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan evektif untuk pembenahan dan sosialisasi kepada masyarakat, sebelum program SSA ini resmi diberlakukan untuk selamanya di Kota Bogor. “Namanya sesuatu hal kebijakan baru, pro kontra itu biasa. Itu semua terjadi karena faktor kebiasaan saja. Tapi saya yakin kalau nanti sudah terbiasa masyarakat kita juga akan terbiasa dan dapat menyesuaikan dengan kebijakan ini,” pungkasnya. (bas)

 

BAGIKAN