BJ Online DEPOK – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok menyebutkan empat kecamatan menjadi endemik flu burung. Warga diminta meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyakit flu burung atau H5N1 itu. Keempat kecamatan tersebut, Tapos, Sawangan, Cipayung dan Bojongsari.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Etty Suryahati menuturkan, penetapan keempat wilayah endemik virus avian influenza lantaran banyaknya ditemukan unggas yang mati mendadak. Berdasarkan hasil survei selalu ditemukan kematian itu diakibatkan unggas positif mengidap virus tersebut.

“Telah kami tetapkan sebagai wilayah endemik flu burung, terutama di Kecamatan Tapos. Wilayah ini memang lokasi peternakan ayam potong dan petelur. Kami sudah minta warga sekitar waspada dan melaporkan kesehatan mereka ke puskesmas,” katanya, Selasa (5/4).

Disebutkan Etty Suryahati, data di Distankan mencatat terdapat sekitar 370 unggas pada awal 2016 ini mati mendadak di empat kecamatan itu.

Meningkatnya kasus flu burung kepada unggas di empat kecamatan itu disebabkan para peternak sangat jarang melakukan pevaksinan kepada hewannya.

Ketika memasuki musim hujan serangan virus itu langsung menjalar ke unggas dan mematikan kekebalan tubuh hewan petelur tersebut. “Ini yang tak diperhatikan sehingga seranga flu burung langsung mewabah di empat kecamatan yang menjadi sentra peternak ayam petelur dan potong. Untuk vaksinasi hewan sudah kami bentuk tim, tetapi kebutuhan obatnya sangat kurang sekali,” jelasnya.

Atas kondisi ini, sambung Etty, Pemkot Depok telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang kewaspadaan terhadap penyakit flu burung. Warga diminta untuk tidak memelihara unggas di lingkungan pemukiman. (jif)

BAGIKAN