Prostitusi Berkedok Salon, Ancaman Masa Depan Anak

416

BJ Online TANGSEL – Bisnis prostitusi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadi pekerjaan rumah yang belum juga tertuntaskan. Mirisnya, selain berkedok salon, anak-anak pun menjadi korban eksploitasi dalam bisnis haram tersebut.

“Ya benar, ada masyarakat yang menginformasikan bahwa ada kegiatan prostitusi terhadap anak dibawah umur berkedok salon,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangsel, Ajun Komisaris Samian, Selasa (5/4).

Dari hasil penggerebekan Salon Tika yang berada di Jalan Dr Setia Budi, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, petugas mengamankan tiga orang dalam peran berbeda. Ketiga orang tersebut masing-masing tersangka D selaku tamu, SS pemilik salon dan korban eksploitasi seksual berinisial PP (15).

Sejumlah barang bukti berupa, ā€ˇpakaian celana serta kaos milik para tersangka dan pemilik salon, pakaian dalam, kasur, karpet, spanduk Salon Tika disita petugas.

Samian menjelaskan, saat menggerebek jajarannya memergoki tersangka D sedang berbuat mesum dengan PP. Dari hasil interogasi terhadap korban PP, remaja ini mau menjual tubuhnya lantaran diiming-imingi duit senilai Rp250 ribu per sekali main. “Sedangkan keuntungan yang didapati tersangka SS selaku pemilik Salon Tika dari kegiatan prostitusi tersebut sebesar Rp100 ribu,” urainya.

Atas perbuatannya tersangka SS dijerat Pasal 88 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2014 dan Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama 15 tahun. “Sedangkan PP bersama seorang temannya yang bekerja di Salon Tika di bawa ke Rumah Sosial Perlindungan Anak (RSPA) di Cipayung, Jakarta Timur,” pungkasnya. (nov)