Bea Cukai Ungkap Penyelundupan 602 Gram Sabu-Sabu

457

BJ Online SOLO – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Kota Surakarta mengungkap aksi penyelundupan 602 gram narkotika jenis sabu-sabu dari Nigeria melalui pengiriman paket pos ke alamat Pandangan Jungke Karanganyar.

Kepala Kantor PPBC Surakarta Yosef Hendriyansah di Solo, Rabu mengatakan, pihaknya mengungkap kasus penyelundupan sabu-sabu yang disimpan di lima maneken atau boneka pajangan melalui kiriman paket pos dari luar negeri ke Karanganyar, pada Selasa (5/4).

Menurut dia, petugas Bea Cukai  mencurigai adanya kiriman barang lima maneken dari luar negeri itu, kemudian dilakukan pemeriksaan. Petugas kemudian menemukan bungkusan warna hitam yang disembunyikan di rongga bagian leher maneken, sehingga seluruhnya sebanyak lima bungkusan.

Pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan dengan narcotest, ternyata barang berbentuk kristal organik tersebut dari jenis methamphetamine HCL atau jenis sabu-sabu seberat 602 gram. “Kami bekerja sama dengan Kantor Pos Indonesia dan kepolisian langsung melakukan penyelidikan, dan ternyata sesuai alamat penerima paket pos bernisial Yas dengan alamat Padangan Jungke Karangayar,” katanya.

Menurut dia, petugas Customs Nacotics Team Kantor Bea Cukai Surakarta bekerja sama dengan pihak kepolisian dan PT Pos Indonesia melakukan mengecekan sesuai alamat penerima dan menangkap tersangka Yas.

Petugas kemudian melakukan pengembangan kemudian menangkap NA dan AR (25) keduanya warga Karanganyar yang diduga menjadi kaki tanganya pemilik barang itu, Ijrit warga luar Karangnyar. “Kami bersama polisi kemudian melakukan pengembangan kemudian berhasil menangkap pemilik barang ini, Ijrit bersama AR,” katanya.

Menurut dia, barang bukti yang berhasil diamankan sabu-sabu seberat 602 gram, lima maneken bersama acesorisnya. Empat tersangka langsung diserahkan ke polisi untuk proses pengembangan lebih lajut. Menurut dia, dengan digagalkan penyelundupan tersebut Kantor Bea Cukai bersama kepolisian berhasil menyelamatkan sekitar 4.816 jiwa yang terancam sebagai pengguna narkoba, atau setiap gram sabu-sabu dikonsumsi oleh delapan orang.

Atas perbuatan tersangka melanggar Pasar 102 huruf e Undang Undang RI Nomor 17/2006, tentang perubahan ata UU Nomor 10/1995, tentang Kepabeanan. Selain itu, para tersangka juga melanggar Pasal 113 ayat (2) UU RI Nomor 35/2009, tentang Narkotika. Pelaku  dipidana  dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana.

Wakil Kepala Polres Karanganyar Kompol Rudi Hartono mengatakan tiga dari empat tersangka yang terlibat kasus penyelundupan sabu-sabu merupakan warga Karanganyar, sedangkan satu orang yang diduga pemilik barang haram itu, dari luar daerah. (ant)

BAGIKAN