BJ Online BOGOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, resmi menetapkan Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bogor, Hidayat Yuda Priatna, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pegelembungan dana pembebasan lahan untuk Pasar Jambu Dua di tahun 2014, senilai Rp49,4 miliar. Guna memudahkan proses hukum selanjutnya, pihak Kejari Bogor langsung melakukan penahanan terhadap tersangka di Lapas Paledang, Kota Bogor, Rabu (6/4).

Kepala Seksi Intel Kejari Kota Bogor, Andi Fajar Ariyanto SH, mengatakan, tersangka HYP ditahan karena dari hasil pemeriksaan ditemukan bukti kuat dan indikasi ada keterlibatan para tersangka bersalah melakukan tindak pidana korupsi penggelembungan dana untuk proyek pembelian lahan pasar Jambu Dua atau yang lebih dikenal dengan kasus Angka Hong di tahun 2014, senilai 49,4 miliar. “Selain HYP, penyidik sebetulnya juga telah menetapkan tersangka lainnya dalam kasus tersebut,” ungkapnya.

Sebelum menahan HYP, pihak penyidik kejaksaan telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus tersebut. “Sudah…sudah itu, seperti yang rekan juga telah ketahui bersama, bahwa kami di sini sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk walikota, ketua DPRD, sekda dan yang lainnya untuk dimintai keterangannya,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan itu, pihak penyidik kejaksaan resmi menetapkan dua tersangka, yakni Kadis UMKM Kota Bogor, Hidayat Yuda Priatna dan Camat Bogor Barat, Irwan Gumilar. Namun sayangnya dalam agenda pemeriksaan hari ini Irwan Gumilar tak hadir memenuhi panggilan pihak kejaksaan dengan alasan dia masih ada tugas di luar kota.

“Sebelum resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, keduanya juga telah beberapa kali dipanggil dan menjalani pemeriksaan untuk melengkapi berkas perkara dalam kasus ini. Jadi pemeriksaan pada hari ini sebetulnya hanya melengkapi saja,” tegas Andi.

Walikota Bogor, Bima Arya, dalam keterangan singkatnya malalui media social WhatsApp (WA) di akun pribadinya menyampaikan, bahwa Pemkot Bogor segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah atau sikap terkait penahanan dua orang pejabatnya yang hari ini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kejaksaan di Lapas Paledang. “Saya akan koordinasikan langkah pemkot. Namun proses hukum pasti tetap kita hormati,” tegas Bima Arya. (bas)

BAGIKAN