BJ Online PALEMBANG – Bursa Efek Indonesia meresmikan galeri investasi  di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi MDP, Kamis Palembang (7/4). Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan mengatakan keberadaan galeri investasi ini menjadi yang 168 dari total yang dimiliki Indonesia saat ini yang merupakan kerja sama BEI, perguruan tinggi, dan sekuritas. “Keberadaan galeri investasi di perguruan tinggi ini tak lain untuk menggaet kalangan muda untuk mengenai pasar modal,” kata Nicky.

Saat ini penetrasi industri jasa keuangan pasar modal masih sangat rendah jika dibandingkan dengan yang lain seperti perbankan, asuransi dan pembiayaan.Sementara, di sisi lain, ditengah tingginya inflasi maka pasar modal diharapkan menjadi saran masyarakat untuk mencapai kesejahteraan finansial. “Dalam 10 tahun terakhir, indeks IHSG ini menjadi yang tertinggi kenaikannya di dunia, namun siapa yang bisa memanfaatkannya ?. Ternyata hampir 2/3 merupakan investor asing,” kata Nicky yang juga menjadi pembicara dalam seminar “Yuk Nabung Saham” dengan audiens ratusan mahasiswa STIE MDP.

Sementara Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan Lukdir Gultom mengatakan kalangan mahasiswa merupakan kelompok yang paling efektif untuk mempromosikan pasar modal mengingat mereka sudah memahami proses analisa. “Dalam pasar modal itu, sebelum mengeksekusi untuk menjual atau membeli perlu adanya analisa. Dan untuk mahasiswa, hal ini bukan suatu yang baru sehingga sangat cocok jika pasar modal ini masuk dari kalangan berpendidikan,” kata dia.

Sementara itu, staf sekuritas UOB Kayhian mengatakan khusus untuk galeri investasi ini dijual produk saham mikro sehingga dengan uang Rp100 ribu maka mahasiswa sudah bisa memiliki akun sendiri. “Dengan uang Rp100.000 sebenarnya sudah bisa berinvestasi di pasar modal karena ada saham dengan harga Rp300 per lembar. Jadi dengan uang itu sudah bisa membeli saham sebanyak 100 lembar,” kata dia. (ant)

BAGIKAN