BJ Online JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk berencana menambah modal PT Mandiri Sekuritas yang sudah berstatus sebagai anak usaha (subsidiary) di Singapura sebesar 2,5 hingga 5 juta dolar AS untuk tiga hingga empat tahun ke depan. Direktur Treasuri dan Pasar Bank Mandiri Pahala Mansury di Jakarta, Kamis, mengatakan suntikan modal tersebut agar Mandiri Sekuritas dapat mengembangkan bisnisnya di pasar modal Singapura seperti menerbitkan obligasi, dan penetrasi bisnis treasuri.

Namun, setelah Mandiri Sekuritas dikonversi dari kantor cabang menjadi anak usaha (subsidiary), perseroan masih menunggu izin dari regulator di Singapura untuk mulai mempertajam ceruk bisnis di pasar modal. “Singapura itu kan pusat keuangan. Kita tidak hanya ingin bermain di penyaluran kredit (perbankan), kalau bisa kita ingin bermain di transaksi obligasi, itu bisa sangat baik,” ujarnya.

Hal itu tidak terlepas dari kantor luar negeri Mandiri di Singapura dan Sanghai, Tiongkok, yang dominan menyumbang aset dan pendapatan bagi perseroan. Kedua kota tersebut, kata Pahala, menyumbang 40 persen dari total aset Mandiri di luar negeri.

Perluasan bisnis ke pasar modal di mancanegara, terutama ASEAN sudah dicanangkan Mandiri sejak lama. Dari bisnis perbankan, Pahala mengklaim Bank Mandiri cabang Singapura menunjukan pertumbuhan bisnis yang baik.

Hingga akhir 2015, kredit yang disalurkan Bank Mandiri cabang Singapura mencapai 900 juta hingga 1 miliar dolar. Perseroan meminta Bank Mandiri cabang Singapura untuk tumbuh hingga 26 persen pada tahun ini. Begitu juga untuk cabang di Sanghai, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan 44 persen bisnis Mandiri. Saat ini, Mandiri Shanghai telah menyalurkan kredit senilai 120 juta dolar AS per Desember 2015.

Ia yakin target pertumbuhan itu akan tercapai, mengingat Bank Mandiri Shanghai telah memperoleh izin bertransaksi menggunakan mata uang Tiongkok, Renminbi (RMB) per akhir 2015. “Itu akan signifikan meningkatkan bisnis pembiayaan perdagangan (trade finance) kita,” ujarnya.

Selain di Sanghai dan Singapura, Mandiri juga memiliki kantor cabang luar negeri di Hong Kong, Cayman Islands, Dili, London dan Kuala Lumpur. Kantor Mandiri di Kuala Lumpur merupakan anak usaha yang melayani jasa remitansi, yakni Mandiri Internasional Remittance. Sdn. Bhd.

Menurut data per 2015, dari aset luar negeri Mandiri sebesar 3 miliar dolar AS, total pendapatan kantor luar negeri Mandiri mencapai 100 juta dolar AS. Adapun dari penyaluran kredit, Mandiri menyalurkan total sebesar 1,51 miliar dolar AS dengan tiga sektor pembiayaan terbesar yakni pemerintahan, kegiatan perdagangan dan pertambangan. (ant)

BAGIKAN