Sepuluh Proyek Investasi Manfaatkan KLIK

115

BJ Online JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat ada 10 proyek investasi senilai Rp8,85 triliun yang telah memanfaatkan fasilitas kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK). Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan ke 10 proyek investasi tersebut memanfaatkan tanah seluas 188,77 hektare di lima kawasan industri. “KLIK merupakan langkah awal sinergi pusat dan daerah dalam hal perizinan investasi,” katanya.

Franky mengatakan pihaknya secara intensif terus mengawal fasilitas Kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK) agar dapat terimplementasi dengan baik. Salah satu langkah yang dilakukan BKPM adalah memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota yang menjadi wilayahnya terdapat kawasan industri pelaksana KLIK.

BKPM, juga aktif melakukan kunjungan ke kawasan industri terkait implementasi KLIK. Menyusul kunjungan ke dua kawasan industri di Jawa Barat yakni kawasan industri Delta Silicon 8 dan Fajar Industrial Estate pada akhir Maret lalu, Sabtu (9/4) ini, pihaknya dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan Bupati Gresik dan mengunjungi kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik.  Selain 10 proyek investasi yang telah memanfaatkan fasilitas KLIK, terdapat 19 proyek investasi yang sedang dalam proses tender atau tahap proses permohonan perizinan.

Nilai 19 proyek investasi tersebut sebesar Rp45,63 triliun dan memanfaatkan tanah seluas 357,28 hektare di empat kawasan industri.  Franky menilai bahwa perkembangan KLIK yang ditandatangani oleh pimpinan pusat dan daerah serta instansi terkait yang disaksikan Presiden Jokowi pada tanggal 22 Februari 2016 cukup positif.

“Tentunya tetap harus dicermati secara bersama baik oleh kami maupun pemerintah daerah terkait. Kemudahan layanan investasi langsung konstruksi ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan untuk melakukan penyederhanaan perizinan hingga ke tingkat daerah,” katanya.

KLIK merupakan fasilitas kemudahan investasi langsung konstruksi dimana investor dapat langsung membangun proyek mereka setelah memperoleh izin prinsip dari BKPM. Pengurusan izin-izin lainnya seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Lingkungan (UKL/UPL dan Amdal) dan perizinan pelaksanaan daerah lainnya sepanjang telah memenuhi ketentuan Tata Tertib Kawasan Industri (Estate Regulation).

Hingga saat ini, tercatat 14 kawasan industri yang telah ditetapkan untuk dapat mengimplementasikan fasilitas KLIK dengan total luasan 17.154 hektar. Ke 14 Kawasan industri tersebut tersebar di enam provinsi yakni Jawa Tengah terdiri dari 3 kawasan industri seluas 840 hektare, Jawa Timur terdiri dari 1 kawasan industri seluas 1.761 hektare, Sulawesi Selatan 1 kawasan industri seluas 3.000 hektare, Banten terdiri dari 3 kawasan industri dengan total luas lahan 3.170 hektare, Jawa Barat terdiri dari 5 kawasan industri dengan total luas lahan 1.111 hektare dan Sumatera Utara terdiri dari 1 kawasan industri seluas 100 hektare. (ant)

BAGIKAN