Galeri Investasi Tawarkan Produk Saham Mikro

261

BJ Online PALEMBANG – Galeri Investasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi MDP Palembang, Sumatera Selatan, bekerja sama dengan sekuritas UOB Kayhian menawarkan produk saham mikro dengan harga Rp100 ribu. Equitity Sales Sekuritas UOB Kay Hian Ripal Agusta di Palembang, Minggu, mengatakan dengan uang Rp100 ribu itu para mahasiswa sudah memiliki akun sebagai investor di pasar modal dengan membeli saham dengan harga sekitar Rp.1000 per lembar (pembelian minimal 100 lembar).

“Semula perusahaan diberikan produk saham mikro dengan investasi sebesar Rp500 ribu, namun sejak awal bulan diturunkan lagi menjadi Rp100 ribu saja untuk memancing mahasiswa mau belajar mengenai pasar modal,” kata dia.

Ia mengemukakan edukasi menjadi target utama dibukanya gerai investasi di kampus ini karena jika mengharapkan dari nilai transaksi maka terbilang sangat kecil. Sejak dibuka pada akhir tahun lalu sudah tercatat puluhan mahasiswa menjadi investor pasar modal. “Kalangan mahasiswa dipadang sebagai kelompok yang cukup potensial, karena mereka akan bekerja dan memiliki penghasilan sendiri,” ujar Ripal.

Kalangan pasar modal saat ini bahu membahu memperkenalkan beragam produk pasar modal di masyarakat karena sejauh ini penetrasi pasar modal hanya 3,7 persen (dalam seratus orang hanya empat orang yang memahami pasar modal). Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Early Saputra mengatakan, pengenalan pasar modal pada kalangan mahasiswa ini dimaksudkan untuk mendapatkan investor unggul di masa datang.

“Seorang Warren Buffet (pelaku pasar modal kawakan asal Amerika Serikat) memulai pada usia sangat muda yakni 14 tahun, baru di tahun ke 10, dia mendapatkan buahnya, artinya perlu proses,” kata Early.

Lantaran itu, BEI sejak beberapa tahun terakhir mengajak pemangku kepentingan untuk gencar menyosialisasikan terutama ke kalangan anak muda. Selain itu, upaya ini bertujuan meningkatkan daya saing pasar modal Tanah Air memasuki Era Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir 2015.

“Jika dibandingkan dengan negara ASEAN, Indonesia jauh tertinggal baik dari sisi jumlah investor dan emiten. Artinya jika ini tidak dikejar dari sekarang maka pasar modal Indonesia bisa benar-benar didominasi oleh asing,” kata dia.

Data BEI memperlihatkan bahwa Indeks IHSG Indonesia menjadi yang tertinggi kenaikannya dalam 10 tahun terakhir namun yang menikmatinya yakni hampir 2/3 merupakan investor asing. Saat ini saja dari jumlah pialang, Indonesia sudah jauh tertinggal dibandingkan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Malahan, dikenal istilah ‘kutu loncat’ dalam sekuritas Tanah Air untuk menggambarkan betapa rendahnya pertumbuhan SDM-nya.

Jika dilihat dari sisi jumlah investor, Indonesia hanya memiliki 400 ribu orang dari jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa. Sementara, Malaysia sudah mencapai 4 juta investor atau 13 persen dari populasi  dan Singapura memiliki 1,5 juta investor atau 30 persen dari populasi.   “Keberadaan Galeri Investasi STIE MDP ini diharapkan mengekor keberhasilan Galeri Investasi STIE Musi, Palembang, yang sudah berdiri sejak tujuh tahun lalu. Dari galeri ini, sudah muncul investor dengan mengolah aset sampai miliaran,” kata Early. (ant)

BAGIKAN