Dolar AS Perpanjang Penurunan Terhadap Rupiah

157

BJ Online JAKARTA – Dolar AS memperpanjang penurunan terhadap nilai tukar rupiah dipicu harga minyak mentah dunia yang mulai meningkat menuju level psikologis serta harapan data ekonomi nasional domestik triwulan I 2016 yang tumbuh. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan di Jakarta pada Senin sore bergerak menguat sebesar 23 poin menjadi Rp13.120 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.143 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan, harga minyak mentah jenis WTI pada Senin (11/4) sore ini berada di level 39,54 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent di posisi 41,81 dolar AS per barel. “Mata uang terkait komoditas seperti rupiah duntungkan oleh pergerakan harga minyak mentah yang relatif positif,” katanya.

Muncul harapan pembatasan produksi minyak dari anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) menjadi salah satu faktor yang menopang mata uang komoditas. Sementara itu, analis Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong mengatakan bahwa masih kuatnya optimisme investor terhadap ekonomi Indonesia triwulan I 2016 yang akan lebih baik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya menambah dorongan bagi laju rupiah. “Perekonomian domestik triwulan I 2016 diperkirakan di atas 5 persen lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 4,71 persen,” katanya. Meski ke depan ada revisi dalam APBNP, diharapkan tidak mempengaruhi optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia sehingga terus mendorong aliran dana asing masukke dalam negeri.  (ant)

BAGIKAN