BJ Online BOGOR – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis computer (UNBK) untuk tingkat SMA dan MA di Bogor mendadak kacau, lantaran listrik di wilayah itu mendadak mati.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan, Kota Bogor, Jana Sugiana menyesalkan kejadian padamnya aliran listrik PLN saat pelaksanaan ujian nasional tengah berlangsung. Padahal sebelumnya pihak PLN APJ Bogor mengaku telah siap dan menjamin tak ada pemadaman listrik oleh PLN selama proses UN ini berlangsung. “Para siswa dan guru panik dengan padamnya aliran listrik di sekolah mereka. Apalagi sebagain besar sekolah itu tidak memiliki mesin genset,” kata Jana, di Bogor, Senin (11/4).

Pelaksanaan UNBK di Kota Bogor hingga hari ke-5 ini diikuti sebanyak 4.487 siswa. Terdiri dari 4.099 siswa SMA dan 388 siswa Madrasah Aliah (MA). “Untuk kegiatannya sendiri kita laksanakan di 16 sekolah, yakni di 15 SMA dan 1 MA,” ungkapnya.

Dari jumlah tersebut, hanya ada 6 sekolah yakni di wilayah Kecamatan Tanah Sareal dan sebagian sekolah di wilayah Kecamatan Bogor Barat yang hari ini tidak mengalami ganguan listrik. Sementara untuk 10 sekolah lainnya di Kota Bogor terpaksa harus dijadwal ulang waktu pelaksanaan UNnya sampai listrik di Bogor normal. “Ya tentu, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan UN hari ini di Bogor bisa kembali terlaksana,” ujar Jana.

Pada kesempatan ini Jana juga menegaskan, bahwa pada saat sistem komputerisasi mendadak mati alias terganggu, computer secara otomatis akan menyimpan semua data siswa yang telah diisi. “Tidak hilang itu, sehingga ketika komputer menyala kembali siswa tinggal meneruskan pekerjaan mereka tanpa harus mengulang dari awal,” kata dia.

Listrik mendadak mati pada pukul.09:30 WIB, bahkan hingga pukul 14.00 WIB listrik tak kunjung nyala kembali. “Ya kalau listriknya masih mati lama seperti ini sekolah atas persetujuan Puspendik harus mengambil kebijakan waktu pelaksanaan UNBK nya dipindahkan ke termin waktu berikutnya, yakni pada pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB,” jelasnya.

Sejumlah guru dan siswa peserta UNBK di Bogor begitu cemas atas kejadian tersebut. Bahkan tidak jarang dari meraka langsung mengungkapkan kekesalan hati mereka melalu media social seperti Twiter,FB dan lainnya.

“PLN…kenapa listrik mati begini?? Ayo doong listrik di sekolah nyala lagi. Kita lagi UN nich,” kicauan di twiter @Saras.com.

Humas PLN APJ Bogor, Kusumawan, dalam akunnya menyampaikan permohonan maafnya atas padamnya listrik yang terjadi di Bogor. “Listrik padam disebabkan adanya gangguan transmisi 150 KV antara Gardu Induk Sentul dengan Gardu Bogor Baru. Ini mengakibatkan sebagian besar wilayah Kota dan Kabupaten Bogor padam,” terangnya.

Kusmawan mengaku, saat ini Tim teknis PLN terus melakukan upaya perbaikan di lokasi gardu. “Kami belum berani memastikan waktu dan kapannya perbaikan ini selasai dan listrik di Bogor normal lagi,” jelas Kusmawan. (bas)

Foto: UJIAN NASIONAL – Para pelajar SMA dan MA di Kota Bogor, saat mengikuti Ujian Nasinal (UN) tahun 2016.

BAGIKAN