Oknum Bobotoh Tabrak Bocah Diminta Bertanggung Jawab

118

BJ Online BANDUNG – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Deddy Mizwar meminta oknum bobotoh yang menabrak Ridho Maulidin Sukarna (5) bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya kepada bocah tersebut. Sebab,  akibat kejadian tabrak lari itu kaki kiri korban harus diamputasi, kata Deddy Mizwar, di Gedung Sate Bandung, Senin.

“Saya berharap pelaku datang untuk minta maaf atau wakil dari bobotoh. Mereka keluarga teraniaya yang doanya kepada Allah tidak ada batas,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi perwakilan Bobotoh yang telah memberikan sumbangan sebesar 25 persen dari Rp100 juta karena Bobotoh menjadi suporter klub sepakbola terbaik dalam Piala Bhayangkara 2016. “Alhamdulillah yang penting ada wakil dari Bobotoh untuk minta maaf. Soal sumbangan soal lain lagi walaupun itu bermanfaat buat korban dan keluarganya,” katanya.

Sebelumnya Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merawat seorang anak berusia lima tahun bernama Rido, yang diduga menjadi korban tabrak lari oknum bobotoh, saat ini kaki kiri korban telah diamputasi akibat kecelakaan tersebut. “Pasien dirujuk dari RSUD Soreang ke IGD RSHS pada Rabu, 30 Maret 2016 pukul 20.40 WIB,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung dr Nucki Nursjamsi Hidajat.

Saat tiba di IGD RSHS Bandung pasien datang dengan luka-luka, kerusakan pembuluh darah akibat patah di kedua tulang paha disertai syok dikarenakan pasien banyak kehilangan darah. “Ketika datang ke RSHS, pasien langsung ditangani secara intensif oleh tim dokter yang terdiri dari bedah orthopaedi, bedah vaskuler, bedah anak, anestesi dan lain-lain,” kata dia.

Setelah kondisi korban dimungkinkan untuk operasi, pada Kamis 31 Maret 2016 dilakukan operasi yang pertama yakni operasi fiksasi luar (external fixation) dan operasi perbaikan pembuluh darah arteri (repair arteri). “Ketika itu tim dokter mempunyai harapan agar kedua kaki pasien dapat dipertahankan dan dapat memperbaiki pembuluh darah yang rusak,” kata dia.

Namun setelah diobservasi selama dua hari demi mencegah kerusakan yang lebih berat pada tanggal 2 April 2016 tim dokter terpaksa melakukan tindakan amputasi pada kaki kiri pasien. “Amputasinya dilakukan dari kaki sampai setinggi lutut,” kata dia. (ant)

BAGIKAN