Pemerintah Minta BP Migas Aceh segera Bekerja

136

BJ Online JAKARTA– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta Badan Pengelola Minyak dan Gas bumi Aceh (BPMA) segera bekerja sesuai dengan fungsinya setelah pemimpin tertingginya dilantik di Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin. “Mari bekerja semata-mata untuk kepentingan masyarakat,” ujar Sudirman usai melantik Marzuki Daham sebagai Kepala BPMA.

Guna menyukseskan kinerja lembaga tersebut, dia meminta semua jajaran institusi itu untuk bahu-membahu memberikan layanan terbaik demi efektifnya fungsi organisasi. BPMA dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 5 Mei 2015.

Menteri ESDM pun berharap BPMA dapat mengelola sumber daya alam minyak dan gas bumi di Serambi Mekkah yang tumbuh negatif pada tahun 2015. Seperti yang pernah diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, provinsi tersebut mencatat minyak dan gas bumi tumbuh negatif yakni minus 0,72 persen pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2014 yang tumbuh 1,55 persen. BPS menyebut keadaan itu terjadi karena produksi migas Aceh terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

Sementara itu, Kepala BPMA Marzuki Daham yang adalah putra asli Aceh menegaskan target utama BPMA adalah memperkuat organisasi. “Hari ini baru saya sebagai kepala yang dilantik, jadi masih harus melakukan seleksi untuk para anggota. Tugas BPMA ke depan tidak ringan, karena itu butuh organsasi yang kuat.

Marzuki melanjutkan, pihaknya diberikan target waktu selama enam bulan oleh pemerintah untuk memantapkan struktur organisasi. Setelah itu, BPMA akan menyusun strategi untuk meningkatkan investasi migas di Aceh.  “Bukan masalah ada atau tidak ada cadangan migas di Aceh, tetapi apakah ada yang mau berinvestasi atau tidak. Kami akan meyakinkan para investor bahwa Aceh adalah tempat yang nyaman untuk menanamkan modal,” tutur dia.

Walau cenderung diberikan kebebasan, BPMA akan melakukan pengawasan ketat terhadap jalannya produksi migas agar manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh sendiri. “Kami akan terus memonitor dan memantau kompetensi para investor. BPMA mendorong mereka untuk dapat memproduksi migas sesuai dengan target,” kata Marzuki.  (ant)

BAGIKAN