Pengusaha siap Ekspansi di Triwulan II

203

BJ Online JAKARTA – Bank Indonesia memperkirakan kalangan pengusaha bersiap ekspansi pada triwulan II 2016, terindikasi dari persepsi bisnis yang meningkat, terutama untuk sektor manufaktur, perdagangan, hotel dan restoran. Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistyowati di Jakarta, Senin, mengatakan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) terhadap 2.964 perusahaan mengemukakan jumlah pengusaha jauh lebih banyak yang berpersepsi positif terhadap prospek bisnis di triwulan II, dibandingkan dengan pengusaha yang pesimis.

Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha hasil SKDU yang berada di rentang positif sebesar 18,29 persen. “Selain dibandingkan triwulan I 2016, jika dibandingkan triwulan II 2015, nilai SBT-nya juga lebih baik,” kata Hendy dalam paparan hasil SKDU triwulan I 2016.

Metode SBT menghitung persepsi keseluruhan pelaku usaha yang juga memperhitungkan bobot kegiatan usaha sebagai penimbangnya. Jika persentase SBT negatif, berarti persepsi pengusaha cenderung pesimistis.

Hendy mengatakan ekspansi pengusaha terutama akan terjadi di sektor manufaktur dengan SBT 3,95 persen, perdagangan, hotel dan restoran dengan SBT 2,47 persen. Pada triwulan I 2016, SBT persepsi dua sektor tersebut negatif yakni -0,77 persen dan -0,48 persen.

Hendy memperkirakan peningkatan prospek dunia usaha juga dikarenakan percepatan belanja pemerintah dan juga upaya deregulasi untuk memperbaiki iklim usaha. Menurut survei BI, dari industri manufaktur, sub sektor yang akan mengalami perkembangan bisnis mayoritas untuk industri makanan, minuman dan tembakau dengan SBT 2,18 persen, tekstil, barang kulit dan alas kaki sebesar 0,55 persen. “Mereka akan berekspansi karena permintaan yang meningkat,” kata dia.

Sementara untuk sektor perdagangan, hotel dan restoran, sub sektor yang diperkirakan mengalami ekspansi adalah sub sektor perdagangan dengan SBT 1,57 persen.

Sedangkan untuk SKDU semester I, survei BI secara keseluruhan mencerminkan arah positif pada kuartal I/2016 dilihat dari peningkatan beberapa sektor kegiatan usaha. Peningkatan kegiatan usaha tertinggi terjadi pada sektor jasa-jasa, serta sektor pengangkutan dan komunikasi dengan SBT masing-masing 2,69 persen dan 2,10 persen.

Adapun sektor yang terkontraksi atau mendapat persepsi negatif dengan SBT minus adalah pertambangan sebesar -1,30, manufaktur -0,77 dan perdagangan, hotel dan restoran -0,48. (ant)

BAGIKAN