Pertahanan Solid Jaga Leicester Tetap Berada di Jalur Juara

118

BJ Online LONDON – Penyerang Jamie Vardy kembali menjadi pemberitaan utama ketika Leicester City mendekati gelar Liga Utama Inggris pada Minggu, namun kontribusi para pemain bertahan di tim itu tidak dapat diabaikan. Saat timnya meraih kemenangan 2-0 di markas Sunderland menjadi pemain pertama di klub itu yang mencapai 20 gol di kompetisi strata tertinggi sejak 24 gol yang dibukukan Gary Lineker pada 1984/1984.

Bagaimanapun, hal itu sama signifikannya dengan clean sheet yang ditorehkan kiper Kasper Schmeichel dan para pemain di depannya. Ini merupakan kelima kalinya hal itu terjadi secara berturut-turut, empat clean sheet sebelumnya berakhir dengan angka-angka vital saat mereka meraih kemenangan 1-0.

Pada awal musim ini pasukan Claudio Ranieri kemasukan gol secara reguler — termasuk lima gol saat kalah di markas Arsenal — namun sejak pria berpengalaman asal Italia itu memperkenalkan Danny Simpson dan Christian Fuchs asal Austria sebagai full back, mereka telah mencatatkan 13 clean sheet dalam 22 pertandingan.

Berkat pasangan itu dan dua bek tengah Robert Huth dan Wes Morgan, penyelamatan bagus Schmeichel dari upaya Fabio Borini pada babak pertama di markas Sunderland merupakan satu-satunya kesempatan di mana ia diuji. Kini 490 menit telah berlalu sejak West Bromwich Albion menjadi tim terakhir yang membobol gawang Leicester, saat bermain imbang 2-2 di kandang The Foxes.

West Ham United, yang menghuni peringkat keenam dan berada dalam laju yang bagus, menjadi tim selanjutnya yang berupaya membobol gawang Leicester, ketika mereka mengunjungi Stadion King Power pada Minggu depan.

Swansea City, di peringkat ke-12, mengikuti mereka, pada waktu itu di mana Leicester berpeluang berada dalam posisi untuk mengamankan gelar. Pertandingan-pertandingan mereka yang tersisa adalah bertandang ke markas Manchester United dan mantan klub Ranieri Chelsea, serta pertandingan kandang menjamu Everton.

Menyusul kekalahan Manchester United di markas Tottenham Hotspur, Leicester juga lolos setidaknya untuk putaran playoff pendahuluan Liga Champions. Itu akan menjadi pertama kalinya mereka bermain di kompetisi klub papan atas Eropa. Mereka hanya pernah bermain di kompetisi Eropa sebanyak tiga kali, yang terakhir saat mereka mengikuti Piala UEFA 2000/2001.

“Para penggemar harus terus bermimpi namun kami harus terus berkonsentrasi dan fokus,” kata Ranieri kepada BBC pada Minggu. “Sekarang kami memiliki dua pertandingan berat di kandang. Kami sekarang belum mencapai apa-apa.” (ant)