BJ Online DEPOK – Polisi akhirnya berhasil membekuk seorang tersangka berinisial Zul (19) yang diduga ikut terlibat dalam tawuran yang menyebabkan tewasnya seorang pelajar. Tawuran terjadi di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok Kamis (7/4) lalu.

Korban yang merupakan siswa SMK Panmas kelas 12 bernama Muhammad Imron (18) sempat kritis karena mengalami luka tusuk yang menembus lambung dan luka robek di tangan kiri. Korban yang jempol tangan kirinya putus terkena sabetan senjata tajam, meninggal dunia pada Sabtu (9/4) pukul 22.30 WIB di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Polsek Pancoran Mas lantas berhasil menangkap seorang tersangka yang membawa celurit saat tawuran pada Kamis lalu itu, berinisial Zul (19) dan ditangkap pada Minggu (10/4) lalu.

Tim Buser Polsek Pancoran Mas masih mengejar beberapa pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya. Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Teguh Nugroho membenarkan penangkapan tersangka. “Iya betul, tersangka ditangkap, sudah diamankan,” kata Kompol Teguh, Senin (11/4) siang.

Tawuran SMK di Pancoran Mas telah terjadi beberapa kali. Tawuran antar siswa SMK swasta yang menimbulkan korban jiwa pernah terjadi pada Rabu 13 Agustus 2014. Saat itu, seorang siswa SMK Baskara, Wandi Setiawan (17), meninggal dengan penuh luka bacok.

Tawuran serupa juga pernah terjadi pada Rabu, 12 September 2012. Saat itu, 10 pelajar SMK Baskara pulang sekolah dengan menumpang truk semen bak terbuka di Jalan Raya Sawangan. Ketika tiba di perempatan Mampang berpapasan dengan sekitar 20 pelajar SMK Pancoran Mas. Kemudian terjadi saling ejek.

Pelajar SMK Panmas berinisial YK melempar dengan batu besar dengan tangan kirinya yang mengenai kepala Dedi Triyudha. LDS membacok paha kiri DT dengan celurit yang diambil dari tangan YK. Kemudian puluhan pelajar SMK melarikan diri. Korban yang mengalami kepala pecah dan luka bacok di paha kiri meninggal di halaman sebuah klinik di Rangkapan Jaya, Kota Depok. (jif)

BAGIKAN