BJ Online TANGSEL – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim sebagai kota pertama di Indonesia yang memiliki Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak. Bahkan saat ini Tangsel telah memiliki 108 Satgas dari semua kecamatan dimana disetiap kelurahan terdapat dua satgas.

“Kedepannya saya ingin semua RW memiliki Satgas. Hal ini diperuntukan menangani kasus kekerasan anak yang selama ini sudah dibentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A),” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) kota Tangsel Apendi dalam kegiatan Penguatan Satgas Perlindungan Anak, Senin, (11/4).

Kegiatan yang dilaksanakan kali ini mengundang seluruh satgas perlindungan anak di Tangsel untuk penguatan dan evaluasi yang selama ini terjadi di Tangsel. “Misalnya ada kejadian disatu wilayah, maka harus ada kerjasama dari semua pihak agar bisa ditangani dengan baik. Namun saat ini bagaimana caranya untuk melakukanpencegahan,” imbuhnya.

Sementara itu Walkota Tangsel, Airin Rachmy Diany mengatakan saat ini data korban kekeraaan tahun 2015 di Tangsel sebanyak 118 orang dan kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 58 orang, sedangkan tahun 2016 mulai dari Januari sampai saat ini berjumlah 20 orang. “Untuk meminimalisir kasus kekerasan di Kota Tangsel dan agar penanganan kasus lebih optimal maka kami bentuk Satgas Perlindungan Anak baik di kota maupun tingkat RW,” pungkasnya. (nov)

BAGIKAN