Bali Ekspor Kerajinan Kulit Senilai 1,18 Juta Dolar

226

BJ Online DENPASAR – Nilai ekspor produk perajin Bali berupa cenderamata berbahan baku kulit pada Februari 2016 menghasilkan devisa senilai 1,18 juta dolar AS. “Perolehan devisa tersebut meningkat 7,68 persen dibanding bulan Januari 2016 yang tercatat 1,10 juta dolar AS,” kata  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir Adi Nugroho, MM di Denpasar, Selasa (12/4).

Perolehan devisa dari pengapalan cenderamata berbahan baku kulit itu juga meningkat 10,44 persen dibandingkan dengan bulan Februari 2015 yang meraup devisa sebesar 1,07 juta dolar AS. Barang-barang dari kulit tersebut mampu memberikan kontribusi sebesar 2,95 persen dari total ekspor daerah ini sebesar 40,33 juta dolar AS selama bulan Februari 2016, meningkat 11,44 persen dibanding bulan sebelumnya (Januari 2016) yang hanya 36,19 juta dolar AS.

Adi Nugroho menambahkan, hasil kerajinan kulit yang menembus pasaran luar negeri itu antara lain berupa sepatu, sandal untuk pria dan wanita yang dibuat dengan desain yang unik dan menarik. Selain itu juga aneka jenis tas untuk pria dan wanita dari semua golongan umur, ikat pinggang dan jaket.

Perajin Bali sangat kreatif memproduksi  aneka jenis cinderamata bernilai seni unik dengan harga yang terjangkau oleh  sebagian besar pelancong dalam negeri maupun turis asing  yang berlibur ke Bali.

Hasil  industri kerajinan skala rumah tangga itu paling banyak diserap pasaran Jepang  yang mencapai 29,70 persen, menyusul Spanyol 9,50 persen, Amerika Serikat 6,43 persen, Singapura 9,75 persen dan  Australia 2,78 persen. Selain itu juga menembus pasaran Perancis 4,39 persen, Hong Kong 9,98 persen, Italia 7,75 persen, Jerman 0,18 persen dan sisanya 19,55 persen menembus berbagai negara lainnya di belahan dunia.

Salah seorang perajin kulit di Denpasar  Hendri  dalam kesempatan terpisah menjelaskan, pihaknya  mengolah kulit sapi sebagai bahan baku memproduksi sepatu, tas, sandal, dan  jaket yang memiliki nilai jual cukup tinggi. Kulit sapi Bali kualitasnya bagus dan sangat cocok digunakan membuat aneka kerajinan yang selama ini menembus pasaran ekspor. Pihaknya mendapatkan kulit sapi Bali dari sejumlah penyalur (agen)  yang menjadi langganannya, kalangan penyalur (agen) tersebut mendapatkan  kulit sapi dari beberapa daerah di Bali seperti Buleleng, Badung, Jembrana. “Kami mendapatkan kulit yang sudah jadi, artinya kulit yang sudah dibersihkan dan dikeringkan, sehingga tinggal melakukan pengolahan produksi saja,” ujarnya. (ant)

BAGIKAN