BJ Online JAKARTA – Kemenpora tak khawatir dengan ketidakjelasan status tersangka Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti melalui putusan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, malah sebaliknya merindukan dan berharap bisa kembali ke Indonesia.

Menurut Juru Bicara Kemenpora Gatot Dewa Broto, yang terpenting adalah La Nyalla harus pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah-masalahnya di PSSI.

“Pulanglah, kenapa harus di sana (luar negeri),” kata Gatot di Jakarta, Selasa (12/4).

Gatot mengungkapkan, pihaknya siap diajak bertemu PSSI kapanpun. Bahkan, saat La Nyalla masih menjadi daftar pencarian orang (DPO), PSSI melalui Sekjen Azwan Karim mengajak bertemu. Hanya saja, kala itu Kemenpora minta pertemuan dilakukan dengan menghadirkan La Nyalla.

“Harapan kami pertemuannya kemarin. Kalau sekarang, kalau mau pertemuan lagi, mereka (PSSI) harus kirim surat baru. Itu kalau La Nyalla pulang,” jelasnya.

Terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi Menpora perihal Surat Pembekuan PSSI, pihaknya mengaku sudah menerima petikan. Bahkan, tim hukum Kemenpora sudah menelaah dan mempelajarinya. “Biro Hukum sudah menyampaikan kajian secara legal ke Pak Menteri. Sekarang keputusan ada di Pak Menteri dan kami tunggu arahan dari beliau,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Hukum PSSI Aristo Pangaribuan meminta agar kasus La Nyalla tidak dikaitkan dengan PSSI. Sebab, persoalan itu murni terkait masalah Kadin Jawa Timur. “Jangan kait-kaitkan dengan PSSI karena ini dua hal berbeda,” ujar Aristo.

Justru, dia mempersoalkan putusan MA yang kini sudah diterima Kemenpora. Menurut Aristo, pihaknya sudah menghitung jika sampai 17 April 2016 tak ada tanggapan dari Kemenpora, maka SK Pembekuan akan gugur dengan sendirinya dan selanjutnya PSSI akan aktif kembali. (pts)

BAGIKAN