BJ Online TANGSEL – Kenaikan iuran bulanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 1 April lalu tampaknya tak berpengaruh terhadap minat masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk menggunakan asuransi berplat merah tersebut. Hal ini terbukti dari peningkatan jumlah pemohon per maret 2015 yang mencapai sekitar 608.923 atau 60 persen.

“Artinya masyarakat telah sadar akan kesehatan yang mahal harganya. Buktinya, kenaikan iuran bulanan untuk kelas 1 dan kelas 2 tidak berpengaruh,” ungkap Kepala Kantor Layanan Operasional BPJS Kota Tangsel, Risman, Selasa (12/4).

Lebih lanjut Risman mengatakan, antusias masyarakat terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga dilihat dari jumlah pemohon yang mencapai angka 250 tiap harinya. Namun, dengan adanya kenaikan iuran bulanan, menurut Risman justru berdampak terhadap penurunan kelas. “Jika yang tadinya kelas 1 jadi turun kelas menjadi kelas 2,” imbuhnya.

Sementara cakupan semesta dengan adanya BPJS kesehatan ini diharapkan paling lambat tanggal 1 januari 2019 semua masyarakat sudah miliki JKN. Pihaknya juga akan berupaya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan setiap perusahaan. “Diketahui rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan adalah RSU Tangsel, Bhineka Bhakti Husada, Sari Asih, Cinta Kasih, Medika BSD, Omni, Bunda Delima, Asobirin dan Premiere Bintaro yang hanya bekerjasama dengan bagian UGD dalam keadaan mendesak,” pungkasnya. (nov)

BAGIKAN