Pertumbuhan Ekonomi NTT Melambat

143

BJ Online KUPANG – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur Naek Tigor Sinaga mengatakan pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan I/2016 melambat pada rentang angka 4,5-4,9 persen, jika dibanding periode yang sama 2015, justru tembus ke angka 5,0 persen.

“Hal ini terjadi, karena belum terealisasinya anggaran pemerintah secara optimal, belum tibanya musim panen padi, pengaruh tekanan El Nino yang masih kuat serta penurunan tingkat konsumsi masyarakat,” katanya dalam pernyataan tertulis kepada pers di Kupang, Selasa.

Meskipun demikian, katanya, Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT tetap optimistis terhadap target pertumbuhan ekonomi NTT yang diperkirakan berada pada kisaran 5,2 sampai 5,6 persen pada akhir 2016.

Di sisi lain, ujar Naek Tigor Sinaga, tingkat inflasi tahun 2016 diperkirakan sedikit menurun pada kisaran 4,3-4,7 peren (yoy), sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu indikator terhadap optimisme pertumbuhan ekonomi NTT.  Penyebab terjadinya penurunan inflasi tersebut merupakan dampak dari turunnya harga minyak dunia, namun ada pula potensi yang ikut mendorong terjadinya inflasi seperti bahan makanan, karena pengaruh El Nino yang berdampak pada menurunnya produksi pertanian.

Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT akan terus memonitor berbagai perkembangan, baik regional maupun nasional, sekaligus memperkuat koordinasi dengan  pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menjaga tingkat inflasi pada rentang target yang telah ditentukan. (ant)

BAGIKAN