BJ Online JAKARTA – Nilai tukar rupiah masih melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS meski tipis. Pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see terhadap beberapa data-data ekonomi domestik yang sedianya akan dirilis pekan ini. Pada perdagangan Selasa sore, nilai tukar rupiah menguat tipis sebesar tiga poin menjadi Rp13.130 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.133 per dolar AS.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengemukakan, salah satu data yang dinanti pelaku pasar uang yakni neraca perdagangan Indonesia periode Maret tahun ini, dan data tingkat kepercayaan bisnis di dalam negeri.

Posisi nilai tukar rupiah yang berada di area positif juga tidak lepas dari harga minyak mentah dunia yang masih berada di level psikologis. Terpantau, harga minyak mentah dunia jenis WTI crude terpantau naik sebesar 1,11 persen menjadi 40,81 dolar AS per barel dan Brent crude naik 0,62 persen menjadi 43,45 dolar AS per barel.

“Kenaikan harga minyak berimbas ke kontrak komoditas sehingga memberikan kesempatan bagi rupiah untuk dapat bergerak positif. Diharapkan kondisi ini dapat kembali berlanjut dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking untuk menjaga tren penguatan rupiah selanjutnya,” katanya. (ant)

BAGIKAN