Teknologi Informatika Pantau Ketimpangan Harga Pangan

138

BJ Online JAKARTA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan penggunaan teknologi informatika di sektor pertanian dapat memantau kasus ketimpangan (disparitas) harga pangan. “Melalui pemanfaatan teknologi informatika, masyarakat bisa mengetahui harga di konsumen dan harga sebenarnya di tingkat produsen,” ujar Amran di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (12/4).

Dia memisalkan harga bawang yang di tingkat petani harganya Rp8.000-Rp9.000 perkilogram, bisa dijual di kota dengan harga Rp36.000. “Disparitasnya mencapai 400 persen, padahal 100 persen saja sudah tinggi,” tutur Amran.

Pemerintah memang sedang menggalakkan pengoptimalan teknologi informasi khususnya dari seluler dengan mendorong gerakan nasional bersama-sama “Petani dan UMKM Indonesia Go Digital” mulai tahun 2016. Saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga sempat memperkenalkan empat aplikasi seluler untuk tani yaitu petani, tanihub, lima kilo dan pantau harga.

Pengenalan aplikasi layanan teknologi ini merupakan bagian dari program sinergi aksi untuk ekonomi rakyat yang bertujuan untuk memperlancar proses distribusi komoditas pangan kepada konsumen dan harganya tetap stabil.

Ketika itu Rudiantara menyampaikan bahwa kemajuan teknologi informasi harus dimiliki dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk para petani. Sebab, seperti berdasarkan riset di 26 negara di luar Eropa oleh salah satu perusahaan konsultan internasional, teknologi aplikasi selular dapat meningkatkan pendapatan petani hingga 11 persen. (ant)

BAGIKAN