BJ Online DEPOK – Setelah mengajukan penambahan tiga Closed Circuit Television (CCTV) ke Pemerintah Pusat di tahun ini. Namun, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mengaku jumlah kamera pantau tersebut, masih dinilai kurang. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana kembali mengajukan penambahan CCTV pada tahun mendatang.

Koordinator Area Traffic Control System (ATCS) Dishub Kota Depok, Budi Santosa mengatakan, rencananya penambahan akan dipasang di beberapa titik rawan kecelakaan maupun kriminalitas seperti Simpang Bojongsari, PLN Beji dan Parung Bingung.

“Selain tahun ini, Depok juga akan mengajukan tiga CCTV kepada Pemerintah Pusat. Jadi kalau disetujui, total akan bertambah enam lagi tahun depan,” ujarnya di Depok, Selasa (12/4).

Menurutnya Depok sangat membutuhkan CCTV karena wilayah penyangga ibu kota ini telah menerapkan Area Traffic Control Sistem (ATCS) sejak awal tahun 2016, sehingga lalu lintas di 11 simpang sudah bisa dimonitoring. Hingga saat ini, sudah ada 35 CCTV yang dipasang, dari 35 CCTV itu lima diantaranya merupakan bantuan Pemerintah Pusat yang terpasang di lima simpang.

CCTV bantuan dari pusat tersebut memiliki keunggulan bisa digerakan memutar 360 derajat, zoom in dan zoom out. Kelima simpang yang dipasang CCTV bantuan pusat tersebut berada di Simpang Jatijajar, Juanda-Raya Bogor-Cijago, Juanda-Margonda, Ramanda, dan Siliwangi.

“Yang dipasang, kamera PTZ dan ada pengeras suara untuk menegur pengendara yang melanggar langsung dari ruang ATCS,” ujarnya.

Diakui, keberadaan CCTV sangat penting dipasang di setiap simpang. Karena bisa membantu memantau lalu lintas secara langsung, sehingga Dishub bisa melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengatur maupun mengubah durasi lampu merah di Kota Depok.

Sedangkan untuk CCTV yang dipasang sebagai pengawas tindak kriminal, baru tersedia tiga yang merupakan milik Polresta Depok. “Walaupun begitu, kami juga selalu berbagi jika pihak kepolisian meminta data kepada kami,” ujarnya.(jif)

BAGIKAN