Aguan Bungkam Usai Diperiksa KPK

130

BJ Online JAKARTA – Bos PT Agung Sedayu Group Sugiyanto Kusuma alias Aguan bungkam usai diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi kasus  dugaan tindak pidana pemberian hadiah terkait pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) Pantai Utara Jakarta, Rabu (13/4). Aguan dikawal ketat oleh pengacara dan ajudannya saat keluar dari gedung KPK menuju mobil Toyota Alphard putih B 88 IF dan tidak mengeluarkan pernyataan apapun kepada wartawan yang sudah menunggunya.

Selain Aguan, KPK hari ini juga memeriksa Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Sunny Tanuwidjaja dalam perkara yang sama. Baik Aguan maupun Sunny sudah dicegah bepergian keluar negeri selama 6 bulan sejak 8 April 2016.

Pelaksana harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan Aguan dan Sunny untuk mendalami peran keduanya dalam pemberian uang kepada Sanusi. “Kami meminta keterangan mengenai peran masing-masing terkait kasus ini dan juga menanyakan dugaan-dugaan terkait suap dalam Raperda. karena dari hasil OTT kita sudah mengetahui uang dari APL (Agung Podomoro Land) seperti itu, nah dugaan selanjutnya apakah memang ada dilakukan perusahan-perusahaan lain,” kata Yuyuk.

Namun Yuyuk tak menjelaskan apakah KPK akan segera menetapkan tersangka baru dalam kasus ini baik dari sisi penerima maupun pemberi. “Kalau anggota DPRD itu (diperiksa karena) banyak keterkaitannya termasuk juga bagaimana tata cara membuat Raperda itu, rapatnya apa saja tahapannya, seperi itu,” ungkap Yuyuk.

Sunny Tanuwidjaja diduga pernah berkomunikasi dengan Aguan untuk membicarakan kewajiban pengembang reklamsi untuk membayar kontribusi 15 persen dalam raperda tata ruang pantai utara Jakarta agar kontribusinya diturunkan hingga hanya menjadi 5 persen. (ant)

BAGIKAN