Banten bisa jadi Paru-paru Jakarta

117

BJ Online SERANG – Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten Khairul Amri Chan mengatakan daerah yang memiliki delapan kabupaten/kota ini bisa menjadi paru-paru Jakarta sebagai solusi mengatasi gangguan polusi udara bila semua pihak menjaga hutan secara bersama-sama.

“Sebagai daerah terdekat dengan ibu kota negara, Banten menjadi daerah yang sangat penting keberadaannya dalam penyediaan udara bersih. Oleh karena itu, keberadaan hutannya harus kita jaga bersama-sama,” kata Khairul Amri Chan di Serang, Rabu.

Pada peringatan Hari Rimbawan Tingkat Provinsi Banten 2016 di Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, beberapa hari lalu, Khairul juga menyatakan hal sama bahwa keberadaan hutan di wilayah Pandeglang, Serang, dan Lebak sebagai kawasan penyangga dan reservoir. Daerah ini semestinya dipertahankan sebagai kawasan penghasil oksigen dan penyedia air.

“Upaya kita adalah dengan mempertahankan vegetasi tanaman yang ada dan menambah populasi tanaman dengan jenis tanaman kayu-kayuan dan tanaman serbaguna, seperti buah-buahan, yang dapat berfungsi sebagai pelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai bahan cadangan pangan,” katanya.

Peranan masyarakat dalam melestarikan lingkungan perlu dukungan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat itu sendiri, sehingga  upaya rehabilitasi lahan dan konservasi tanah (RLKT) dapat terwujud. Maka, peranan penyuluhan kehutanan adalah salah satu upaya pemerintah untuk memotivasi masyarakat agar berkiprah dalam  pelestarian lingkungan menuju hutan lestari masyarakat sejahtera.

Selain itu, berpartisipasi aktif dalam pembangunan hutan dan kehutanan menuju terwujudnya masyarakat yang produktif dan mandiri berbasis pembangunan kehutanan. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan mengisyaratakan agar di tingkat provinsi terbentuk badan koordinasi penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Lembaga ini diharapkan dapat mengoordinasikan kegiatan penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan di Provinsi Banten,” katanya. (ant)