CARE IPB Dukung Gerakan 5 Juta Lubang Biopori

353

BJ Online BOGOR – Pusat Kajian Resolusi Konflik dan Pemberdayaan (CARE), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), bersama komunitas Bogor Sahabat (Bobats) mengaku terus berupaya dalam menciptakan kelestraian lingkungan berlanjutan untuk masa depan.

Bertempat di lokasi taman Koleksi, kampus IPB Branangsiang, Care LPPM IPB kemarin bersama-sama para anggota komunitas Bobats, puluhan siswa dan guru dari sekolah Taman Kanakanak (TK) Al-Fikri Kota Bogor tampak begitu antusias melakukan aksi lingkungan dengan pembuatan lubang biopori di lokasi taman.

Pakar sekaligus sang innovator Biopori dari IPB, Prof.Dr Khamir R. Brata, mengatakan, pemahaman terhadap pelestarian lingkungan juga akan lebih efektif diikuti dengan keterlibatan secara langsung pada anak sejak usia dini dalam aktivitas pelestarian lingkungan.

“Dilibatkannya anak-anak dalam program lingkungan seperti ini jelas sangat bagus. Dan ini penting untuk pendidikan, sekaligus mengenalkan pentingnya menjaga kelestarian alam pada diri mereka sejak usia dini,” kata Prof.Khamir.

Pada kegiatan ini, anak-anak dan guru selain diajak langsung bagimana cara membuatan lubang biopori, mereka juga diberi penjelasan seputar peran, manfaat, serta teknik pembuatan biopori yang tepat dan benar. “Anak terlihat begitu menikmati kegiatan ini,” ujarnya bangga.

Kepala Care IPB, Prof.Dr. Sumardjo menjalaskan, bahwa acara pembuatan lubang biopori di lokasi Taman Koleksi IPB ini dilakukan dalam rangka mendukung gerakan 5 juta biopori di Kota Bogor. “Misi utama dari gerakan ini adalah menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui pembuatan lubang biopori dalam upaya peningkatan resapan air dan pemanfaatan sampah organic,” jelasnya.

Prof. Sumardjo menerangkan, bahwa CARE IPB memiliki desa binaan di berbagai daerah. Di sana IPB juga mengajak para warganya ikut berpartisipasi membuat lubang resapan biopori. “Biasanya Pak Khamir seperti sekarang ini, beliau sebagai penemu biopori ini ikut terjun langsung dan menjelaskan kepada warga binaan kami itu,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB itu mengatakan, bahwa kegiatan 5 juta biopori di Bogor ini merupakan bentuk dukungan Care LPPM IPB terhadap program Pemda Bogor yang telah mencanangkan program Bogorku Bersih.

“Sekarang ini, katanya, permasalahan sampah dan banjir sedang trend dibicarakan di Bogor. Sehingga sangat tepat, pendidikan atau ilmu mengenai biopori ini disebarkan ke masyarakat luas agar mereka bisa menanggulangi banjir,” harapnya.(bas)