Pembebasan Lahan Tol di Ngawi belum Tuntas

505

BJ Online NGAWI – Proses pembebasan lahan yang terdampak pembangunan proyek jalan tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, hingga kini masih tersisa 112 bidang.  Data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ngawi mencatat, sebanyak 112 bidang tersebut terdiri dari 94 bidang tanah milik warga dan 18 bidang tanah milik lembaga. Di antaranya, tujuh bidang milik instansi pemerintah, lima bidang berupa tanah kas desa, empat bidang berupa tanah wakaf yang administrasinya bermasalah, satu bidang milik PTPN XI, dan satu bidang milik yayasan PGRI.

“Kami mengutamakan punya warga. Sebelumnya masih terdapat 99 bidang tanah milik warga yang belum tuntas, namun, saat ini sudah ada lima bidang di antaranya yang telah selesai pembebasan. Sehingga tanah milik warga masih tersisa 94 bidang,” ujar Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ngawi Sunaryo, kepada wartawan, di Ngawi, Rabu.

Menurut dia, belum tuntasnya pembebasan 112 bidang tanah tersebut, terlebih 94 bidang milik warga, adalah karena terkendala adanya warga yang menolak tanah sawahnya digunakan untuk pembangunan jalan tol. “Warga tidak menerima tawaran harga yang ditentukan berdasarkan apraisal terhadap bidang tanahnya sesuai waktu yang ditentukan,” kata dia.

Akibat warga banyak yang menolak, pihak BPN terpaksa menyerahkan kasus pembebasan lahan tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Ngawi. Terdapat 14 bidang tanah yang diserahkan BPN Ngawi ke PN setempat dan masih proses.

Pihaknya telah melakukan negosiasi harga, namun warga masih tetap menolaknya hingga akhirya dibawa ke ranah hukum. Bahkan saking alotnya, ada sejumlah warga yang nekad menggarap lahannya meski statusnya belum bebas.

Padahal, sesuai Undang-Undang RI Nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, Pasal 38, telah jelas menyebutkan, PN bisa memutus dalam waktu 30 hari pascadiserahkan.  “Ini upaya terakhir yang ditempuh BPN untuk proses pembebasan lahan. Jika masyarakat masih tidak sepakat dengan hasil PN, maka nanti bisa mengajukan kasasi,” kata Sunaryo.

Terkait 18 bidang lahan milik lembaga yang belum bebas, pihak BPN yakin proses pembebasannya lebih mudah. Itu Karena masih ada kaitannya dengan pemerintah pusat. Seperti diketahui, pembangunan jalan tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono di Kabupaten Ngawi direncanakan sepanjang 44,70 kilometer. Proyek tersebut membutuhkan lahan seluas 301,4887 hektare. Kini, sejumlah kabupaten lain yang terlewati tol tersebut juga sedang menyelesaikan proses pembebasan lahan milik warga dan instansi yang terdampak, namun ada juga yang telah selesai. (ant)

BAGIKAN