Permasalahan Holding Pertamina Selesai sebelum Lebaran

213

BJ Online JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan segala permasalahan terkait dijadikannya PT Pertamina Persero menjadi induk atau holding PT Perusahaan Gas Negara (PGN) selesai sebelum Lebaran 2016. “Saat ini kajian sudah selesai dan proses sudah jalan semua. Terkait ini, saya juga sudah berbicara dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan PP-nya akan diajukan ke Presiden Joko Widodo,” ujar Rini usai merayakan ulang tahun ke-18 Kementerian BUMN di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dipilihnya PT Pertamina sebagai induk karena perusahaan minyak dan gas tersebut 100 persen milik pemerintah. Selain Pertamina, ada beberapa perusahaan BUMN lain yang akan digabungkan dalam sebuah holding yaitu perusahaan di bidang jalan tol, pertambangan dan keuangan. “Semoga ketiganya bisa segera selesai,” kata Rini.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya siap jika memang dijadikan induk atas PT PGN. Sebab pada dasarnya, tutur Dwi, Pertamina memang sudah dirancang sebagai induk dan saat ini sudah memiliki beberapa anak perusahaan seperti Pertamina EP, Pertamina Geothermal Energy dan Pertamina Hulu Energi.

Semakin banyak anak perusahaan, Pertamina akan lebih fokus ke arah kebijakan dan bisnis. “Sebagai induk, Pertamina akan lebih langsing dan sederhana, lebih mengarah ke policy dan pengembangan  bisnis,” kata Dwi.

Dengan bergabungnya PGN, Dwi berharap perusahaan yang sahamnya sebagian dikuasai publik tersebut juga dapat berkembang. “Membangun holding itu hanya alat untuk menuju sinergi,” tutur dia.

Adapun acara peringatan ulang tahun ke-18 BUMN yang dilaksanakan di Gedung Kantor Pusat Pertamina dihadiri oleh hampir seluruh pemimpin utama BUMN dan jajarannya yang ketika acara serempak menggunakan seragam putih-hitam. (ant)

BAGIKAN