Rupiah Lanjutkan Penguatan

79

BJ Online JAKARTA – Mata uang rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar AS seiring proyeksi pelaku pasar terhadap neraca perdagangan Indonesia Maret 2016 mencatatkan surplus. Pada perdagangan Rabu (13/4) rupiah bergerak menguat sebesar 19 poin menjadi Rp13.095 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.114 per dolar AS. Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova mengatakan, modal asing juga masih masuk melalui surat utang pemerintah, dipicu dari fundamental ekonomi domestik yang positif, sehingga menambah faktor yang menopang mata uang rupiah.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), kepemilikan surat utang pemerintah oleh asing meningkat menjadi Rp613,39 triliun per 11 April 2016, dibanding posisi akhir tahun lalu Rp558,52 triliun.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga selalu berada di pasar untuk menjaga fluktuasi kurs rupiah agar tetap stabil terhadap dolar AS. Diharapkan, stabilnya rupiah dapat mendorong perekonomian dalam negeri tetap positif. Dari eksternal, ekspektasi kenaikan terhadap suku bunga acuan bank sentral AS (Fed fund rate) yang diproyeksikan hanya dinaikan dua kali pada tahun ini dari sebelumnya sebanyak empat kali membuat investor masih meminati aset-aset di negara berkembang.

“Kondisi ekonomi global yang masih melambat menjadi salah satu faktor yang membuat bank sentral AS memberi sinyal untuk tidak agresif menaikan suku bunga,” ujarnya.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa posisi nilai tukar rupiah yang berada di area positif itu juga tidak lepas dari harga minyak mentah dunia yang bertahan di level psikologis. Terpantau, harga minyak mentah dunia jenis WTI crude berada di posisi 41,58 dolar AS per barel, dan Brent crude di level 44,23 dolar AS per barel.

“Harga minyak yang meningkat berimbas ke kontrak komoditas sehingga memberikan kesempatan bagi rupiah untuk dapat bergerak positif,” tuturnya. (ant)

BAGIKAN