BJ Online JAKARTA – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan PT  Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sepakat membentuk anak usaha, PT Inalum Antam Alumina, untuk membangun pabrik pemurnian bauksit atau smelter grade alumina refinery dengan kapasitas 2 juta ton per tahun, di Mempawah, Kalimantan Barat. Total investasi yang dibutuhkan diperkirakan berkisar 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp13,3 triliun.

Dari sisi permodalan, kedua pihak sepakat bahwa Inalum menyuntik dana sebesar 60 persen dari total investasi sesuai dengan porsi saham, sedangkan Antam sebesar 40 persen. “Selain internal investor, juga dimungkinkan dari pinjaman perbankan dalam negeri. Bank-bank BUMN sudah berkomitmen untuk mendukung pembangunan proyek tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan akan dimulai pada kuartal III 2016 dan ditargetkan dapat beroperasi pada awal tahun 2019. Sementara itu, Direktur Utama Inalum Winardi Sutono mengatakan, kemitraan dengan Antam mewujudkan industri pengolahan bauksit di Indonesia menjadi SGA merupakan bahan baku utama pabrik leleburan aluminium.

“Melalui pengoperasian SGAR ini, Antam dan Inalum akan memperoleh pasokan bahan baku aluminium dari dalam negeri sehingga mengurangi ketergantungan terhadap impor alumina dan menghemat devisa,” ujar Winardi.

Inalum, saat ini memiliki kapasitas peleburan aluminium sebesar 250.000 ton aluminium ingot per tahun, yang membutuhkan minimal 500.000 ton alumina per tahun. Dalam jangka panjang Inalum terus meningkatkan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan aluminium dalam negeri yang tetus tumbuh. (ant)

BAGIKAN