AS Pembeli Terbesar Komoditas Nonmigas Bali

321

BJ Online DENPASAR – Pengusaha Amerika Serikat (AS) masih tercatat sebagai  pembeli terbanyak aneka jenis barang kerajinan dan hasil pertanian Bali,  menyebabkan perdagangan ke negeri Paman Sam mengalami peningkatan hingga 12,89 persen. “Sebagian besar komoditas utama yang diekspor seperti pakaian jadi bukan rajutan, kayu, barang dari kayu, perabot, penerangan rumah dan sebagainya ditujukan ke AS,” kata seorang eksportir aneka kerajinan Bali Ni Nyoman Sumerti di Denpasar, Kamis (14/4).

Ada tujuh dari sepuluh produk utama ekspor Bali masih terjual untuk memenuhi keperluan masyarakat Amerika Serikat  dan kondisi itu pula negeri Paman Sam merupakan pembeli terbesar selama ini. Sedangkan barang impor Bali yang sebagian bahan baku industri kecil dan kerajinan seperti kain, permata, peralatan listrik, plastik, logam dan arloji, disamping mesin pesawat sebagian besar diekspor kembali.

Wanita pengusaha Bali itu  menilai, walaupun perekonomian negeri Adidaya itu diperkirakan tumbuh kurang memadai akibat pemulihan ekonominya sedikit agak lamban, tetapi konsumen AS masih merupakan pembeli terbesar matadagangan dari Bali.

Hal itu terlihat dari surat keterangan asal (SKA) barang kerajinan yang ditandatangani untuk ekspor ke AS masih tercatat yang terbanyak, dan perdagangan ke negeri itu, merupakan yang tertinggi selama ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho membenarkan bahwa perdagangan nonmigas Bali dengan AS mengalami peningkatan 12,89 persen sehingga perolehan devisanya menjadi sebesar 19,2 juta dolar AS selama periode Januari-Februari 2016, sedangkan periode yang sama tahun  sebelumnya hanya  17 juta dolar.

Dilaporkan pula dari sepuluh produk utama, tujuh jenis produk tujuan Amerika Serikat tercatat memiliki kontribusi paling dominan. Produk-produk tersebut diantaranya adalah produk ikan dan udang, produk pakaian jadi bukan rajutan dan  produk kayu. Disamping itu juga  produk perabot, penerangan rumah, produk daging dan ikan olahan, benda-benda dari batu, gips dan semen, dan produk jerami/bahan anyaman dengan persentase masing-masing 24,05 persen, 24,59 persen, 23,92 persen, 22,15 persen, 52,05 persen, 20,08 persen dan 28,98 persen.

Sementara produk perhiasan (permata) dan produk barang-barang rajutan paling banyak diekspor ke Singapura dengan persentase sebesar 28,06 persen dan 27,17 persen. Sedangkan produk barang-barang dari kulit paling banyak dikirim ke Jepang dengan persentase sebesar 29,70 persen. (ant)

BAGIKAN