BJ Online BOGOR – Dua pembantu rumah tangga (PRT), di rumah H. Gugun, di kompleks perumahan mewah Bogor Like Side, Danau Bogor Raya Blok. B6, nomor 11, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur ditemukan tewas mengenaskan, Kamis (14/4).

Dua PRT tersebut masing-masing diketahui bernama Sunarti alias Narti (58), warga asal Prajimantoro, Kecamatan, Gunung Kidul, Jawa Tengah dan Tanu alias Pak De (71), warga asal Solo, Jawa Tengah. Keduanya ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di rumah sang majikan sekitar pukul 07.30 WIB.

Informasi yang didapat, korban Sunarti ditemukan tergeletak kaku di lokasi bak penampungan air di belakang rumah sang majikan. Sementara Pak De ditemukan dalam posisi tergantung pada sebuah tiang plafon dengan tali plastic tidak jauh dari lokasi dimana jasat Narti ditemukan.

“Korban yang perempuan itu ada luka lebam dibagian kepala belakang. Sementara yang laki-laki ada bekas jeratan tali di bagian lehernya,” kata Dedy, petugas Forensik di Rumah Sakit Bayangkara, Polres Bogor Kota.

Paino (65), paman dari korban Sunarti mengaku kaget dan tidak menyangka atas kabar tewasnya Narti. “Saya benar-bener kaget dan tidak percaya, pada saat ditelpon adik ipar saya pagi tadi. Dia bilang Narti sudah meninggal dibunuh bersama temannya yang jadi tukang kebun di rumah majikannya tadi malam,” ungkap Paino.

Melihat kondisi Narti, Paino dan yang lainnya mengaku hanya bisa pasrah. Namun keluarga berharap kasus kematian Narti dan Pak De yang tidak wajar ini bisa segara diungkap oleh pihak kepolisian Bogor. “Kalau kita keluarga ya nggak tau harus bagaimana?. Kita pasrah saja lah ke Bapak-bapak polisi di sini,” ujar mereka.

Usai dilakukan proses outopsi, jenazah Narti, rencanaya akan langsung dibawa pulang untuk segera dimakamkan di TPU Cihelaut, Bogor Timur. Sementara jenzah Pak De, masih harus menunggu kabar atau keputusan dari pihak keluarga Pak De dari Solo. “Kasian jenazahnya kalau terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Kapolsek Bogor Timur, Kompol. Didik Purwato mengaku belum bisa mengungkapkan motif dibalik kasus pembunuhan terhadap dua orang PRT di rumah H. Gugun tersebut. Sebab, Didik mengaku saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. “Kita akan terus selidiki kasus ini. Bahkan tadi pagi saya bersama anggota sudah melakukan oleh TKP,” terangnya.

Dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi bersama bukti-bukti yang kami temukan akan menjadi dasar atau petunjuk awal bagi polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut. “Ya tentu, pemilik rumah (majikan) dan orang orang yang selama ini terkait dengan kedua korban itu ya pasti akan kami mintai keteranganya juga,” tegasnya. (bas)

BAGIKAN