BJ Online SINGAPURA – Ekonomi Singapura tumbuh 1,8 persen tahun-ke-tahun pada kuartal pertama, laju pertumbuhan yang sama seperti pada kuartal sebelumnya, menurut perkiraan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan dan Industri (MTI) pada Kamis. Pertumbuhan datar pada basis tahunan kuartal-ke-kuartal disesuaikan secara musiman, berbeda dengan ekspansi 6,2 persen pada kuartal sebelumnya.

Sektor manufaktur mengalami kontraksi 2,0 persen tahun-ke-tahun pada kuartal pertama, menyusul penurunan 6,7 persen pada kuartal sebelumnya. Sektor ini terutama terbebani oleh penurunan output dari rancang bangun transportasi, rancang bangun presisi dan kelompok elektronik. Pada basis tahunan kuartal-ke-kuartal disesuaikan secara musiman, sektor manufaktur rebound menjadi tumbuh 18,2 persen, dibandingkan dengan kontraksi 4,9 persen pada kuartal sebelumnya.

Sektor konstruksi mengalami ekspansi 6,2 persen pada kuartal pertama, peningkatan dari 4,9 persen pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan kuat di sektor ini didukung oleh kegiatan konstruksi sektor publik dan swasta.  Pada basis tahunan kuartal-ke-kuartal disesuaikan musiman, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan 10,2 persen, meningkat dari 6,0 persen pada kuartal sebelumnya.

Industri jasa-jasa meningkat 1,9 persen, berkurang dari 2,8 persen pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung terutama oleh perdagangan grosir & eceran serta sektor keuangan & asuransi. Secara kuartal ke kuartal, industri jasa-jasa mengalami kontraksi pada tingkat tahunan 3,8 persen, pembalikan dari ekspansi 7,7 persen pada kuartal sebelumnya.

MTI mengatakan, ia akan merilis perkiraan pendahuluan PDB untuk periode Januari-Maret, termasuk kinerja berdasarkan sektoral, sumber-sumber pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja dan produktivitas, dalam Survei Ekonomi Singapura pada Mei. (ant)