Ekspor Nonmigas Bali ke Tiongkok Naik 18 Persen

448

BJ Online DENPASAR – Semakin baiknya hubungan kerja sama Indonesia-Tiongkok yang ditandai dengan dibukanya Konsulat Jenderal RRT di Denpasar maka perdagangan semakin lancar bahkan perolehan devisa nonmigas Bali naik 18 persen awal 2016. “Aneka barang kerajinan buatan Bali ada dikirim ke Tiongkok berupa pakaian, kain tradisional, termasuk perhiasan yang dibuat dengan rancang bangun (desain) yang unik sehingga diminati konsumen,” kata seorang eksportir Ketut Wijaya di Denpasar, Kamis (14/4).

Ia yang seorang pengusaha sekaligus eksportir asal Gianyar yang sering melakukan promosi dengan mengikuti pameran ke mancanegara termasuk ke Tiongkok, banyak hal yang perlu dipelajari sehingga barang buatan Bali mampu masuk menembus pasaran Tiongkok.

Konsumen di sana cukup potensial, namun mereka (konsumen-red) meminta barang berkualitas baik dengan harga yang serendah-rendahnya, maklum pembeli berbeda persepsi dengan pengusaha yang menginginkan untuk yang banyak, kata Wijaya.

Pengusaha muda ini juga menyambut baik dunia pariwisata yang semakin gencar dilakukan pemerintah ke Tiongkok akan berdampak baik terhadap perdagangan aneka barang cinderamata yang biasa diperlukan para wisatawan untuk oleh-oleh.

Pemerintah Indonesia dalam tahun 2016 menargetkan  sekitar 1,7 juta wisatawan asal Tiongkok Daratan atau menempati peringkat pertama dan dari kunjungan wisatawan tersebut, lebih dari separuhnya akan mengunjungi Provinsi Bali. Banyak turis asal Tiongkok ke Bali tentu dari mereka itu dengan tujuan utama berekreasi dapat dipastikan sebagian kecil adalah pengusaha sehingga bisa membeli aneka barang kerajinan maupun hasil pertanian dan perkebunan daerah ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, realisasi perdagangan ekspor nonmigas Bali selama Januari-Februari 2016 bernilai 2,7 juta dolar AS nilainya naik 18,04 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 2,3 juta dolar.

Persentase kenaikan merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan sepuluh negara pembeli terbesar seperti Hongkong dan Taiwan masing-masing bertambah 12 persen, Amerika Serikat naik 12,89 persen, dan sisanya justru melorot. Barang impor Tiongok dari Bali adalah sebagian besar berupa ikan dan udang, aneka jenis anyaman, perabotan rumah tangga berbahan baku kayu, pakaian jadi dan benda-benda dari batu, gip dan semen.

Sesuai catatan BPS Bali hampir 20 persen udang dan ikan yang diekspor dari Pulau Dewata memasuki pasar Tiongkok, dengan rata-rata bernilai delapan juta dolar AS per bulan di awal 2016 dan yang terbanyak dikirim ke Amerika Serikat. (ant)