Gerakan Akademisi, Aktivis dan Raja-Raja Proklamasikan Kedaulatan Migas Indonesia Dari Penguasaan Asing

345

BJ Online JAKARTA – Dalam rangka menggalang dukungan bagi terwujudnya gerakan penolakan terhadap pengelolaan migas nasional oleh pihak asing. Sejumlah akademi, aktivis dan raja-raja sultan nusantara melakukan proklamasi kedaulatan migas Indonesia. Di tugu proklamasi, Jakarta, Jumat (15/4).

Pimpinan Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra) Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengatakan kemerdekaan bangsa indonesia dapat dibuktikan dengan terwujudnya kedaulatan migas Indonesia. Karena itu, ia meminta supaya masyarakat Indonesia dapat menggalang dukungan dan menyatukan visi untuk merebut kembali pengelolaan aset nasional dari intervensi perusahaan-perusahaan asing.

“Mari kita bangkit kembali. Karena setiap intervensi akan merusak dan tidak menguntungkan. Wahai para sultan, wahai rakyat indonesia. Apabila engkau memiliki bunga cempaka, berikanlah untuk Indonesia. Apabila engkau memiliki bunga mawar, berikanlah bagi Indonesia. Untuk disumbangkan bagi perjuangan kedaulatan bangsa Indonesia,” ujar Sultan.

Sejumlah para peserta juga hadir dari berbagai kalangan turut menyumbangkan orasi politiknya. Mereka diantaranya, Prof DR Juajir Sumardi (Ketua Pusat Studi Hukum Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Hukum Unhas Makasar), Prof. Dr. Muhamad Asdar (Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara) serta sejumlah aktifis buruh, ormas dan mahasiswa.

Sementara dalam orasinya Prof. Juajir menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan, rumusan UU Migas akan dibahas di badan legislasi DPR. Ia berharap UU Migas tersebut steril dari pandangan-pandangan yang menelikung kepentingan nasional.

Oleh sebab itu, lanjut Juajir, pihaknya akan segera mendatangi Istana Presiden dan kantor DPR. Ia menyatakan akan mengajukan rumusan Undang-Undang migas hasil rumusan pihaknya yang dinilainya mengakomodir prinsip-prinsip kedaulatan

“Kita akan ke DPR. Kita akan temui presiden dan kita akan serahkan UU Migas yang kita rumuskan. UU Migas yang sesuai dengan semangat kedaulatan Migas Indonesia,” ungkapnya.

Selanjutnya, Dr Moh Asdar menekankan pentingnya UU Migas yang sesuai dengan amanat UUD 1945. Menurutnya, pokok inti dalam UUD 1945 menitikberatkan bahwa Bumi, Air dan Udara serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya harus dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Bahwa sumberdaya minyak dan gas bumi yang terdapat di wilayah pertambangan Indonesia adalah kekayaan alam yang sangat strategis dan pengelolaannya menguasai hajat hidup orang banyak serta berpengaruh bagi ketahanan nasional negara Republik Indonesia,” paparnya. (arn)

BAGIKAN