BJ Online DEPOK – Sebanyak 2.810 warga mengikuti Ujian Paket C beberapa waktu lalu di Kota Depok. Seluruhnya berasal dari berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Depok dan kelompok belajar dari masing-masing UPT di setiap kecamatan di Kota Depok.

Untuk pelaksanaan Ujian Paket C bersamaan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA. Soal yang diberikan tentunya berbeda, namun tingkat kesulitannya cenderung sama.

“Tahun ini kami kembali mengadakan ujian Paket C, seluruh masyarakat bisa mendaftar,” tutur Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Depok, Ika Rostika Rahmayanti ditemui beberapa waktu lalu di Kantor Disdik Kota Depok.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan  ada beberapa persyaratan bagi masyarakat yang ingin mengikuti ujian Paket C. Adapun semua itu diantaranya harus memiliki ijazah SMP, terdaftar pada salah satu PKBM atau kelompok belajar, serta mengikuti proses belajar mengajar selama minimal enam bulan.

Pihaknya juga menjamin saat ini siswa homeschooling di Kota Depok tak perlu khawatir terkait ijazah yang nantinya didapat. Pasalnya, di Kota Depok kini sudah memberikan kebijakan terkait diperbolehkannya siswa homeschooling untuk mengikuti ujian UN di sekolah formal, sesuai dengan jenjang pendidikannya. Sehingga, ijazah yang diperoleh nanti akan sama dengan pelajar formal.

“Tidak ada yang beda dari ijazah siswa homeschooling karena saat UN mereka bergabung bersama pelajar pada umumnya,” tuturnya.

Untuk mengikuti ujian tersebut tentunya pihak homeschooling mendaftarkan siswanya ke sekolah pilihan. Sehingga, nantinya siswa tersebut akan mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan selanjutnya dapat mengikuti ujian praktik, try out, dan ujian nasional.

Dengan kesetaraan ijazah, para siswa homeschoolingdapat melanjutkan pendidikan selanjutnya dengan ijazah tersebut. Selain itu, juga dapat digunakan untuk mencari pekerjaan. “Ijazah yang diperoleh tak ada bedanya, bisa dipakai untuk keperluan selanjutnya,” katanya. (jif)

BAGIKAN